Cuaca Diprediksi Pengaruhi Kenaikan Harga Mamin Jelang Nataru

  • 09-12-2019 / 18:42 WIB
  • Kategori:Malang
Cuaca Diprediksi Pengaruhi Kenaikan Harga Mamin Jelang Nataru Kebutuhan pokok seperti daging ayam diprediksi naik tidak signifikan akibat cuaca tak menentu jelang Nataru tahun ini.

Malangpostonline.com - Cuaca tidak menentu diprediksi menjadi penyebab naiknya harga bahan pokok dan makanan-minuman (mamin) di Kota Malang jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 ini. Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang Drs Wahyu Setianto MM kemarin.

Ia menjelaskan pekan ini saat dilakukan pemantauan saja, daging ayam mengalami kenaikan harga. Meski tidak signifikan hal ini bisa menjadi prediksi kenaikan harga hingga beberapa pekan kedepan.

“Jadi daging ayam normalnya Rp 33 ribu per kilogram, naik jadi Rp 35 ribu. Ga banyak memang. Tetapi penyebabnya karena cuaca, hujan beberapa hari lalu mengakibatkan keterlembatan pengantaran stok,” tegas Wahyu.

Ia menegaskan tidak hanya harga daging ayam, beberapa komoditi sayur mayur seperti cabai dan bawang putih juga mengalami kenaikan meski tidak signifikan. Dan kemudian dapat normal kembali. Hal yang sama terjadi dikarenakan cuaca.

Inilah mengapa prediksi kenaikan harga masih akan terjadi meski tidak banyak. Karean cuaca tidak menentu pun juga akan diprediksi bertahan hingga menjelang Nataru.

Meski begitu Wahyu menyampaikan, dari hasil pantauan tim di lapangan, srok kebutuhan pangan secara keseluruhan masih aman. Bagitu pula dengan stok BBM yang masih terpenuhi hingga awal 2020 mendatang.

“Dan dipastikan tidak akan ada kelangkaan pada perayaan Nataru. Pasokan pun terus ditambah untuk memenuhi kebutuhan yang terus mengalami peningkatan saat perayaan Nataru,” tegas Mantan Kasatpol PP Kota Malang ini.

Ditegaskannya, Disdag dan dinas terkait lain sudah menyiagakan tim untuk pemantauan harga di lapangan. Juga pengawasan kepada penyedia/supplier besar di Kota Malang.

Hal itu untuk memastikan tidak ada penimbunan yang dilakukan distributor dan pedagang besar. Sehingga kebutuhan di pasar akan tetap terpenuhi. Selain itu, jika berkaca pada tahun sebelumnya, kebutuhan akan pangan dan BBM dalam perayaan Nataru selalu aman.

"Tidak ada penimbunan, tahun lalu ada kenaikan yang parah itu cabai rawit, itu dikarenakan faktor cuaca juga,” tandasnya.

Menurutnya, antisipasi akan terus dilakukan menjelang perayaan Nataru. Terutama terkait adanya kemungkinan kekurangan bahan pokok dan sayur mayur lantaran terkendala cuaca.

Ia mengimbau agar pedagang menyampaikan keluhan kepada Pemerintah Kota Malang ketika ada kesulitan memperoleh bahan pangan.

"Kalau ada kesulitan agar disampaikan kepada kami, dan kami akan membantu untuk pemenuhan kebutuhan di pasar," pungkasnya. (ica/Malangpostonline.com)

Editor : ica
Uploader : irawan
Penulis : ica
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU