Cegah Stunting, Cukupi Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan

  • 11-12-2019 / 18:38 WIB
  • Kategori:Malang
Cegah Stunting, Cukupi Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan BAHAYA : dr. Tonny Sundjaya menjelaskan mengenai stunting dalam acara Workshop Bidik Nutrisi dan Fotografi "Lensa Bercerita : Raih Masa Depan Tanpa Stunting" di Toko Oen, Kota Malang

Malangpostonline.com - Isu Stunting menjadi masalah yang penting di Indonesia saat-saat ini. Stunting bisa menyerang anak -anak di Indonesia baik di kota ataupun di pelosok daerah. Salah satu penyebabnya adalah kurang asupan nutrisi pada saat 1000 hari pertama kehidupan.

Hal tersebut disampaikan dr. Tonny Sundjaya, Research & Innovation Manager for Danone Specialized Nutrition Indonesia dalam kegiatan Workshop Bidik Nutrisi dan Fotografi "Lensa Bercerita : Raih Masa Depan Tanpa Stunting" yang di ikuti oleh Jurnalis dari Jawa Timur. Tonny, sapaan akrabnya, menjelaskan anak dengan kondisi stunting memiliki resiko yang lebih tinggi memiliki penyakit yang tidak menular seperti Jantung dan diabetes di masa depan.

“Stunting adalah kondisi permanen, dan memberikan dampak jangka pendek seperti gangguan pada perkembangan otak, pertumbuhan masa tubuh dan komposisi badan dan metabolisme tubuh. Secara jangka panjang kondisi ini akan mengganggu kemampuan kognitif anak dan prestasi belajar hingga kekebalan tubuh dan membuat anak rawan terhadap berbagai penyakit hingga mereka dewasa kelak”, jelas Tonny

"Anak dengan kondisi stunting bisa mendapatkan 20 persen penghasilan lebih rendah dari anaknyang tumbuh optimal," lanjutnya. Maka dari itu, di butuhkan terobosan untuk pencegahan stunting melalui lintas sektoral untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia.

Dalam upaya pencegahan stunting, dibutuhkan perubahan perilaku berkelanjutan terkait intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif mulai dari individu, kelompok, hingga masyarakat luas. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kesadaran berbagai lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai hal-hal yang dapat berpengaruh pada kondisi stunting, mulai dari pentingnya nutrisi pada periode emas 1000 Hari Pertama Kehidupan (termasuk masa kehamilan), pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat, serta ketersediaan pangan dan lingkungan yang sehat.

Upaya pencegahan melalui intervensi gizi spesifik meliputi asupan gizi, tata laksana, pemeriksaan rutin, dan lainnya. Sedangkan intervensi gizi sensitif terdiri dari penyediaan air bersih dan sanitasi, lingkungan, pendidikan, dan lainnya. “Kondisi stunting harus dicegah sejak masa 1000 hari pertama kehidupan agar tidak menjadi permasalahan berulang pada generasi yang akan datang”, tambah Tonny.

Di kesempatan yang sama, Bidik Nutrisi juga mendatangkan jurnalis foto senior yang melengkapi pembekalan peserta terkait pencegahan stunting bagi masyarakat melalui foto tunggal bertema human interest. Arbain Rambey, Jurnalis Foto Senior mengungkapkan, “Dalam keseharian seorang pewarta foto, dibutuhkan tidak hanya skill sebagai seorang fotografer, tetapi juga kemampuan untuk mengambil momen yang bisa bercerita. Foto yang baik harus bagus (sesuai dengan tema), indah (memiliki komposisi yang baik), dan menarik (mampu bercerita). Beberapa tips dalam memotret human interest photo adalah harus memahami pokok-pokok masalahnya, lalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan bahasa visualnya," tutup Pria kelahiran Semarang tersebut. (fir/Malangpostonline.com)

Editor : Firman
Uploader : slatem
Penulis : Firman
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU