Persiapan Matang, Tunggu Kepastian Cabor Balap Sepeda

  • 30-12-2019 / 08:11 WIB
  • Kategori:Malang
Persiapan Matang, Tunggu Kepastian Cabor Balap Sepeda

Malangpostonline.com - 23 atlet asal Kota Malang sedang berada di Puslatda Jatim. Mereka disiapkan mengikuti PON 2020 di Papua. Para andalan peraih medali itu tersebar di sejumlah cabor. Yakni balap sepeda, futsal, wushu, gulat, basket, taekwondo, senam, anggar, hockey, serta atletik.

Sejumah atlet andalan asal kota pendidikan ini muncul dalam daftar pendulang emas. Sebut saja Atjong Tio Purwanto dari atletik dan Adelaide Callista di basket.

Hanya saja ada yang bikin cemas. Atlet balap sepeda yang selama ini menjadi andalan Jatim harus menunggu dengan cemas. Sebab Papua sebagai tuan rumah tidak siap menyelenggarkan pertandingan cabor balap sepeda. Bahkan terancam dicoret.

Sampai Sabtu (28/12), Menpora Zainudin Amali, hanya berjanji secara lisan kepada wartawan untuk sesegera mungkin mencari jalan keluar. Tentu saja, prospek medali dari Kota Malang untuk Jawa Timur dari para atlet terancam hangus sia-sia. Balap sepeda yang menjadi satu dari 13 cabor yang terancam dicoret dari perhelatan PON 2020 Papua. Selain sepeda balap, ada tenis meja, pentaque, dansa, woodball, gateball, golf, bridge, soft tennis, ski air, bowling, arung jeram dan korfball.

Padahal, para atlet sudah ngotot berlatih demi meraih hasil maksimal di PON 2020 Papua. Apalagi, potensi emas dari sepeda balap Jatim sangat tinggi. Hal ini ditegaskan oleh Ketua KONI Kota Malang, Eddy Wahyono. “Kalau emas, kami sangat optimis balap sepeda bisa dapat,” ujar Eddy kepada Malang Post, Minggu (29/12).

Karena itu pula, kondisi ini membingungkan para atlet. Eddy sangat memahami sekarang adalah masa kritis bagi Jawa Timur yang memiliki banyak atlet andalan di 13 cabor tersebut. Eddy menyebut ada wacana agar 13 cabor yang tidak dihelat di Papua, bisa dialihkan di Jakarta sebagai alternatif.

“Tapi kami sendiri masih belum tahu, seperti apa isunya, apakah digelar di Jakarta. Kami tetap berharap 13 cabor bisa dihelat. Karena, Puslatda sendiri kan sudah habiskan banyak anggaran untuk persiapan para atlet,” sambung pria yang juga pengusaha tersebut.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sempat berstatemen bahwa Jatim tetap optimis meraih juara umum meski 13 cabor dikapak dari perhelatan PON 2020 Papua. Tapi, menurut Eddy, penghapusan cabor tersebut bukan sekadar urusan berapa banyak medali. Hal ini berkaitan dengan masa depan atlet serta potensi perusakan mental secara sistemik dengan penghapusan 13 cabor itu.

“Kan kasihan mental dan psikologi atlet, sudah latihan lama, kerja keras setiap hari demi PON, tapi ujung-ujungnya tidak dipertandingkan. Padahal PON adalah peak dari semua keringat dan kerja keras yang mereka keluarkan dalam latihan,” tambah Eddy. Ada banyak nama atlet Kota Malang yang masuk ke PON 2020 Papua.

Tapi, ada atlet andalan Kota Malang yang sebenarnya sangat berpotensi meraih emas. Yaitu, Angga Dwi Wahyu Prahesta, serta Dewika Mulya Sova, atlet unggulan ISSI Kota Malang. Nama Angga bukanlah nama asing dalam dunia balap sepeda usia remaja. Karena, dia sudah mengharumkan nama Indonesia di kancah balap sepeda level Asia.

Dia meraih satu emas, satu perak dan satu perunggu dalam Asia Track Cycling Championship 2019 di Jakarta pada awal tahun. Lalu, dalam Pra-PON 2020 yang dihelat di Lubuk Linggau Sumatera Selatan, Angga dan Ocha, sapaan akrab Dewika, mengawinkan dua emas di nomor MTB Cross Country mewakili tim Puslatda Jatim.

Angga, yang dikonfirmasi Malang Post kemarin, menyebut bahwa seluruh tim sepeda balap Puslatda Jatim masih berada di Kota Malang untuk terus berlatih. “Teman-teman semua masih ada di Malang untuk berlatih,” ujar Angga.

Dia menerangkan, latihan tim Puslatda Jatim sudah berjalan sejak tahun 2018. Para atlet juga sudah sangat bersemangat untuk bersaing demi meningkatkan performa, serta berjuang bagi Jatim di PON 2020 Papua. Tapi, begitu pengumuman 13 cabor dicoret dari PON 2020, anggaran untuk para atlet ini otomatis berhenti.

Tapi, remaja 18 tahun yang juga siswa SMAN 6 Malang tersebut tidak patah semangat. Sembari menunggu para pemangku kebijakan memperjuangkan nasib para atlet, Angga menegaskan tim Puslatda Jatim tetap serius menjalani latihan. “Kami masih terus latihan di Velodrom Madyopuro, untuk persiapan PON. Karena, saya pribadi yakin, bisa meraih emas di sana,” tutup Angga.(fin/van/Malangpostonline.com)

Editor : van
Uploader : irawan
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU