Jelang Akhir Tahun, Bea Cukai Sita Miras dan Sex Toys

  • 30-12-2019 / 14:17 WIB
  • Kategori:Malang
Jelang Akhir Tahun, Bea Cukai Sita Miras dan Sex Toys DIHANCURKAN: Ribuan minuman keras, rokok dan barang ilegal dimusnahkan di Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Jatim II, Senin (30/12).

Malangpostonline.com - Jelang tutup tahun, Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Timur II melakukan pemusnahan barang ilegal, Senin (30/12). Barang hasil penindakan tersebut adalah hasil tembakau, minuman mengandung etil alkohol, liquid vape, obat-obatan spare part hingga sex toys. Jika ditotal, nilai barang sebanyak Rp 1,2 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 742 juta.

Kakanwil DJBC Jawa Timur II, Oentarto Wibowo mengungkapkan, dalam pemusnahan tersebut ada 1,8 juta batang industri hasil tembakau jenis sigaret, 1.906 liter minuman mengandung etil alkohol dan 5.320 ml liquid vape. 

"Selain itu, kami juga menyita barang impor ilegal yang didistribusikan melalui kantor pos. Seperti 9 buah spare part, 133 sex toys dan 157 buah suplemen atau obat-obatan," terang dia.

Barang-barang tersebut disita dari berbagai wilayah. Diantaranya dari Kediri, Madiun, Probolinggo hingga Banyuwangi. "Sementara, untuk barang impor, ada yang dari Thailand, Timur Tengah dan lainnya," jelas dia.

Pada kesempatan tersebut, Oentarto menguraikan, seluruh barang tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan pada tahin 2019. "Setiap dua atau tiga bulan sekali, kami rutin melakukan pemusnahan barang bukti," lanjut dia.

Sepanjang tahun 2019, telah dilakukan penindakan sebanyak 779 kali. Jumlah barang bukti sebanyak 22 juta batang rokok ilegal, 29.523 liter minuman mengandung etil alkohol, 75 liter etil alkohol, 4 juta TIS dan 1.097.242 ml liquid vape. "Dengan nilai barang sekitar Rp 14 miliar dengan perkiraan kerugian negara dengan Rp 9,5 miliar," jelas dia.

Dari hasil penindakan tersebut, 90 persen rokok yang diamankan adalah rokok polos tanpa pita cukai. Artinya, kepedulian masyarakat sebagai produsen, pengedar maupun konsumen atas rokok legal masih rendah. "Belum terdapat penurunan signifikan terhadap peredaran dan konsumsi rokok ilegal, khususnya rokok polos," ungkap dia.

Untuk menindak rokok ilegal, bea cukai juga menggelar Operasi Gempur Rokok Ilegal 2019 sebanyak 81 kali. Dengan hasil penindakan 1,3 juta batang hasil tembakau dengan nilai barang Rp 850 juta dengan kerugian negara Rp 490 juta. (tea/Malangpostonline.com)

Editor : Firman
Uploader : irawan
Penulis : Firman
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU