Sanggah Tuntutan Jaksa, Wadji Yakin Bebas

  • 30-12-2019 / 16:55 WIB
  • Kategori:Malang
Sanggah Tuntutan Jaksa, Wadji Yakin Bebas YAKIN BEBAS: Wadji ketika memberikan keterangan pers usai sidang di Pengadilan Negeri Malang, Senin (30/12).

Malangpostonline.com - Dr. Wadji, M.Pd, seorang terdakwa pelanggaran pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang no 11 tahun 2008 trntang informasi dan transaksi elektronik membacakan pledoi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Malang, Senin (30/12). Nota pembelaan tersebut diungkapkan Wadji lantaran ia merasa tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sesuai. Sehingga, ia optimis bisa terjerat dari tuntutan hukum.

Kasus tersebut terjadi pada tahun 2018 lalu. Saat itu, Wadji memotret dua orang temannya, yakni Slamet Riyadi dan Susianto yang berkepala gundul. Saat itu, Wadji memosting foto keduanya di sebuah grup WhatsApp yang bernama Kardos Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) dengan keterangan Persatuan Gundul Republik Indonesia yang disingkat PGRI. Hal tersebut dimaksudkan sebagai bercanda.

“Kemudian, ada dua orang yang menyebarkan hal tersebut ke sebuah grup WhatsApp yang lain, dimana, ada salah satu anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI),” kata Kuasa Hukum Wadji, Erpin Yuliono, SH.

Sampai pada akhirnya, Wakil Ketua PGRI Jawa Timur Husni Matamin melaporkan hal tersebut ke Polda Jawa Timur. Ia menilai, perbuatan Wadji mencemarkan nama baik.

“Kedua orang yang difoto tidak merasa keberatan. Namun, dua orang yang menyebarkan tidak dilaporkan,” kata dia.

Sampai pada akhirnya, pada bulan Oktober 2018, Wadji ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani hukuman kurang dari empat tahun penjara. Sehingga, ia menjalani wajib lapor setiap minggu ke Polda Jawa Timur.

“Dalam hal ini, kami melakukan berbagai upaya. Pada sidang ke-14 ini, kami membacakan pledoi. Ada beberapa poin dalam tuntutan JPU yang kurang pas,” lanjut dia.

Sementara itu, Wadji menilai, dalam kasus tersebut, ia tidak melakukan pencemaran nama baik seperti yang dituduhkan. Ia mengetahui kepanjangan dari singkatan PGRI dan tidak menyinggung siapapun, utamanya pelapor. “Saya yakin betul, dalam postingan saya, saya tidak menyebut nama Husni Matamin dan tidak bermaksud menyinggung siapapun. Saya yakin, saya bebas,” tegas dia.

Dia berharap, rentetan kasus tersebut bisa segera diseesaikan. “Sebab, banyak kasus yang seperti saya ini banyak yang sudah bebas,” tandas dia. (tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : irawan
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU