3 Tahun Masih Tipe D, Dewan Sidak RSUD Kota Malang

  • 02-01-2020 / 16:24 WIB
  • Kategori:Malang
3 Tahun Masih Tipe D, Dewan Sidak RSUD Kota Malang Komisi D DPRD Kota Malang for Malangpostonline.com

Malangpostonline.com - Masih bertipe D (tipe paling rendah), RSUD Kota Malang ditinjau Komisi D DPRD Kota Malang, Kamis (2/1). Mereka meninjau langsung apa-apa saja fasilitas yang ada, kondisi rumah sakit hingga manajemen yang dijalankan disana.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Rokhmad menjelaskan sejak dioperasikan resmi 2017 silam, RSUD Kota Malang tidak meningkat tipenya. Artinya fasilitas dan pelayanan masih berkutat pada standar yang sama.

“RSUD ini ternyata masih tipe D. Tipe D nya pun masih tipe D yang kurang. Banyak yang masih dipenuhi,” papar Rokhmad yang tadi melakukan sidak bersama 10 anggota Komisi D lainnya termasuk dengan Ketua Komisi D, H Ahmad Wanedi.

Ia menjabarkan lagi melihat hal ini pihaknya kembali melihat kembali apa saja yang perlu diperbaiki. Dalam pemantauan mereka, beberapa fasilitas dan pelayanan memang perlu ditingkatkan. Utamanya dalam sumber daya manusia.

Tenaga medis, seperti dokter spesialis diakui manajemen RSUD masih kurang. Rokhmad menegaskan hal ini sangat disayangkan karena dokter spesialis yang dibutuhkan seperti dokter spesialis operasi cesar, salah satunya, tidak dalam jumlah ideal.

“Memang diakui masih kurang. Jadi yang ada saat ini tidak bisa digantikan tenaga lain ketika ada urusan lain,” tegas politisi PKS ini. 

Menambahkan, anggota Komisi D DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani menjelaskan pula jika di RSUD Kota Malang manajemen perlu ditata kembali. Salah satunya melihat proposional tenaga disana.

Kurang lebih pegawai swasta disana tercatat 180, sementara pegawai negerinya hanya berjumlah 90 saja. Belum lagi, dikatakan gaji dari tenaga disana seperti dokter misalnya, masih kuranga atau dibawah standar.

“Masih kurang standar. Makanya ini perlu sinergi. Pemkot Malang akan kita dorong untuk melakukan dengan berbagai pihak agar RSUD ini lebih baik pelayanan dan fasilitas serta kesejahteraan pegawainya,” papar politisi PDI Perjuangan ini.

Ia menambahkan pula jika masih banyak warga masih memandang RS Saiful Anwar satu-satunya rumah sakit. Padahal ada RSUD. Tidak hanya itu letak RSUD yang menjorok kedalam juga diperhatikan karena tidak terlihat jelas warga.

Untuk itu, perbaikan fasilitas dan anggaran akan dikawal Komisi D DPRD Kota Malang agar meningkatkan kelas tipe RSUD. Tetapi tidak dalam waktu dekat karena temuan ini tidak masuk dalam penganggaran di 2020.

“Baru bisa kita kawal ketat di 2021. Disana benar-benar akan kita masukan apa-apa saja yang perlu diperbaiki dan masuk dalam anggaran. Termasuk perbaikan manajemen. Pemkot juga harus lebih sinergi,” pungkasnya. (ica/Malangpostonline.com)

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : ica

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU