Mahasiswa Unida Belajar Penulisan

  • 09-01-2020 / 13:21 WIB
  • Kategori:Malang
Mahasiswa Unida Belajar Penulisan Direktur Malang Post, Dewi Yuhana (tengah) menunjukkan halaman utama koran Malang Post kepada puluhan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Unida Gontor/caption

Malangpostonline.com - Kunjungan ke Kantor Malang Post, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (Unida) Gontor belajar tentang kepenulisan, Kamis (9/1). Rombongan berjumlah 64 mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Direktur Malang Post, Dewi Yuhana.

Pendamping kunjungan mahasiswa Unida, Al-Ustadz Asif Trisnani, Lc.,MA,  mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai kepenulisan di media.

"Serta menjadi bagian dari studi akademik kami agar anak-anak tidak hanya dibekali dengan wawasan di dalam kelas saja," ujar Ustadz Asif.

Dilanjutkannya bahwa kunjungan mahasiswa ke Malang Post menjadi bagian dari tradisi riwayat yang lebih diarahkan kepada aspek kepenulisan. Harapannya agar mereka terbiasa mencari berita dan informasi dalam dunia jurnalistik.

Puluhan mahasiswa yang memadati ruangan nampak antusias dengan pemaparan dari Direktur Malang Post. Bahkan suasana semakin cair ketika Dewi Yuhana memberikan materi, tidak hanya mampu menarik perhatian tetapi juga penyampaiannya sangat informatif serta interaktif. Beberapa mahasiswa pun tak canggung bertanya banyak hal misalnya saja bagaimana meningkatkan kemampuan menulis dan cara mengatur waktu untuk membuat banyak tulisan dalam satu hari.

Sementara itu, Dewi Yuhana, memberikan tips agar menjadi penulis yang hebat maka harus banyak membaca, good writer is good reader, penulis yang baik adalah pembaca yang baik.

"Supaya kita bisa menulis opini yang baik maka sering-seringlah membaca opini, membaca tulisan orang lain supaya tahu karakteristik, tidak apa-apa mengikuti gaya tulisan orang lain sampai pada saatnya memiliki style tulisannya sendiri," jelas Hana, sapaan akrabnya.

Alumni Pondok Modern Gontor ini tak lupa mengenalkan Koran Malang Post yang dalam pemberitaannya tidak hanya memberitakan peristiwa di Malang Raya, melainkan Indonesia bahkan internasional. Ia mencontohkan seperti koran edisi Kamis (8/1) pada halaman utama terdapat berita tentang serangan senjata antara Iran dan Amerika.

"Peristiwa internasional ini memiliki porsi besar lantaran memiliki proximity, bahwa peristiwa itu mempunyai kedekatan dengan pembaca," jelasnya.

Seperti halnya Malang Post memberikan porsi besar halaman Arema lantaran memiliki kedekatan secara geografis dan emosional. Untuk itu ketika Arema bertanding baik di Indonesia maupun luar negeri, Malang Post selalu memgirimkan wartawan dan fotografer ke lokasi pertandingan. Selain peristiwa, berita juga harus mengandung unsur aktual, penting, human interest, dan humor.

Kepada peserta kunjungan Hana memaparkan perbedaan tulisan ilmiah dengan penulisan di koran terletak pada bahasa yang digunakan. Berita pada media disusun dengan gaya tulisan lebih komunikatif sehingga mudah dibaca dan dipahami oleh masyarakat.

"Sedangkan karya ilmiah atau jurnal pembacanya dari kalangan akademisi yang memiliki background keilmuan sama sehingga mencari tulisan dengan tema sama pula, sementara di koran pembacanya sangat heterogen, bermacam-macam," tutupnya.

Ia menambahkan Malang Post juga memberikan wadah bagi masyarakat umum untuk menulis di Malang Post dalam bentuk opini. Tema yang diusung bisa disesuaikan dengan bidang keilmuan yang dikuasai atau dapat pula mengomentari apa peristiwa happening saat itu. Selanjutnya, kunjungan mahasiswa Unida pertama kalinya ke Kantor Malang Post ditutup dengan penyerahan cindera mata dan foto bersama. (lin)

Editor : lin
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU