Dewan Cek Pasar Comboran, Pertanyakan Molornya Pasar Sukun

  • 10-01-2020 / 17:58 WIB
  • Kategori:Malang
Dewan Cek Pasar Comboran, Pertanyakan Molornya Pasar Sukun Anggota Komisi B DPRD Kota Malang mengecek langsung prose pindah pedagang ke dalam gedung pasar baru juga melihat progress revitalisasi Pasar Sukun Jumat (10/1)

Malangpostonline.com -  Molornya penyelesaian revitalisasi Pasar Sukun mengundang perhatian Komisi B DPRD Kota Malang. Hal ini dilakukan dengan tinjauan lapangan langsung ke Pasar Sukun yang memang belum selesai dibangun padahal tenggatnya ada di tanggal 25 Desember 2019 lalu.

Pembangunan revitalisasi Pasar Sukun, sedianya selesai pada tanggal 25 Desember 2019. Justru terjadi kemoloran hingga lima puluh hari kedepan. Atau berakhir pada Januari 2020 untuk penyelesaiannya.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menjelaskan pihaknya ingin melihat langsung sampai mana progress dan mengetahui apa saja kendala yang terjadi sehingga terjadi kemunduran target penyelesaian.

“Informasinya kan ada sisa 50 hari lagi. Saat ini (kemarin,red) kami melihat progresnya dan memang sudah hampir 100 persen hanya beberapa saja yang perlu difinishing seperti atap dan lapak dan los nya,” tegas Trio.

Anggota dewan dari Fraksi PKS ini menegaskan di sisa waktu lima puluh hari yang ada saat ini pihak pengembang juga dinas terkait harus intens berkomunikasi. Melakukan pengawasan juga memastika pekerjaan dilakukan dengan baik.

Ia juga meminta dinas terkait benar-benar mengawasi. Dan menegaskna pada pihak pengembang jika molor akan kembali di denda dengan tegas. Diketahui akibat molor, pengembang sempat dedenda sekitar Rp 500 ribu.

Menambahkan anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menjelaskan tidak sesuainya target penyelesaian menunjukan kurang mampunya Pemkot Malang dalam pengawasan juga perencanaan.

"Kami perlu menggaris bawahi bahwa perencanaan yang dilakukan sangat lemah. Tentunya Pemkot tidak boleh mengulangi seperti ini lagi, jika ada proyek pembangunan," tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang Drs Wahyu Setianto MM menjelaskan bahwa keterlambatan yang dilakukan pengembang sudah ditindak oleh pihaknya.

Dengan pemberian sanksi Rp 500 ribu pe hari keterlambatan. Hasil sanksi akan dimasukan ke kas daerah.

“Hasil dari sanksi tersebut, akan dimasukkan ke Kas Daerah. Kami sudah menargetkan di sisa lima puluh hari kedepan pengembang harus mampu menyelesaikannya. Syukur alhamdulillah, jika belum lima puluh hari sudah kelar," pungkasnya.

Selain melihat Pasar Sukun, Komisi B DPRD Kota Malang juga mengunjungi Pasar Comboran Baru yang saat ini tengah disibukan aktivas pindahan pedagang. Disana anggota dewan mengecek seluruh fasilitas yang ada dan meminta Diskoperindag menyelesaikan kepindahan pedagang sebelum akhir bulan ini. (ica)

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU