Kota Malang Siaga Bencana Hidrometerologi

  • 11-01-2020 / 16:28 WIB
  • Kategori:Malang
Kota Malang Siaga Bencana Hidrometerologi Apel kesiapsiagaan mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan bencana hidrometerologi dilakukan seluruh pimpinan forpimda se Kota Malang

Malangpostonline.com - Kota Malang menjadi bagian dari wilayah Jawa Timur yang diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem di beberapa hari hingga pekan kedepan.

Untuk itulah sejak jauh hari kesiapsiagaan dilakukan. Salah satunya terlihat dalam Apel Gelar Kesiapan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Kota Malang di Lapangan Rampal, Sabtu (11/1).

Diketahui bencana hidrometerologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, dan puting beliung. Jenis bencana tersebut memang kerap terjadi di Kota Malang tiap kali musim mengalami perubahan.

"Insya Allah Kota Malang siap dengan segala kemungkinan, personel dan perlengkapan kami bisa membantu Malang Raya jika ada kemungkinan terburuk," jelasnya di sela kegiatan apel kesiapsiagaan.

Dijekaskannya, dari hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim, puncak musim penghujan adalah pada Januati hingga Maret mendatang. Selama rentan waktu tersebut, curah hujan dan tiupan angin diprediksi akan lebih besar ketimbang sebelumnya.

Pasalnya jika biasanya hujan sudah terjadi sejak Oktober atau November, periode ini sedikit mundur. Sehingga membuat curah hujan tinggi dan menumpuk Januari hingga Maret.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang telah memetakan kawasan rawan bencana.

“Terutama kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Tanah longsor sangat mungkin terjadi di kawasan DAS, dan diharapkan masyarakat yang masih bermukim di DAS untuk selalu tingkatkan kewaspadaan,” tegas Sutiaji.

Menurut data BPBD Kota Malang dalam lima tahun terakhir terdapat kenaikan kasus kejadian bencana di Kota Malang. Di Tahun 2016 tercatat 106 kasus, di 2017 tercatat sebanyak 192 kasus, tahun 2018 naik menjadi 222 kasus dan di 2019 lalu ada 223 bencana tercatat terjadi.

Kepala BPBD Kota Malang Alie Mulyanto menjelaskan di Tahun 2019 bencana-bencana ini terdiri dari 47 kejadian bencana tanah longsor, 16 banjir atau genangan, 90 kasus kebakaran, 24 angin kencang atau puting beliung, 22 pohon tumbang serta 2 dampak yang ditumbulkan oleh gempa dan 22 kejadian non alam.

“Untuk pencegahannya saat ini Pemkot Malang secara rutin telah melakukan Gerakan Angkut Sampah Sedimen (GASS). Ini diyakini mampu meminimalisir adanya bencana alam terutama bencana hidrometeorologi,” tegasnya.

Apel gelar kesiapan tersebut diikuti oleh berbagai elemen. Mulai dari Pemerintah Kota Malang, jajaran TNI/Polri, PMI, berbagai komunitas bencana di Kota Malang. Sederet perlengkapan kesiap siagaan juga dipamerkan dalam kegiatan tersebut. (ica)

Editor : ica
Uploader : rois
Penulis : ica
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU