Ngantang Getol Kembangkan Kopi dan Durian

  • 21-01-2020 / 14:28 WIB
  • Kategori:Malang
Ngantang Getol Kembangkan Kopi dan Durian ANDALAN : Camat Ngantang Akhmad Taufiq Juniarto saat memetik biji kopi di kebun kopi Ngantang.

Malangpostonline.com - Camat Ngantang, Akhmad Taufiq Juniarto mendorong pertumbuhan pengelolaan tanaman kopi dan durian secara masif di wilayah yang dipimpinnya. Desa-desa dengan potensi kopi dan durian, mendapatkan atensi khusus dari Kecamatan Ngantang, unutk meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga, sekaligus membentuk branding Ngantang.

“Kopi dan durian adalah andalan Ngantang. Setidaknya, ada 2000 hektar perkebunan kopi. Lalu, tipologi tanah, sangat cocok untuk kopi. Perkebunan, dikepung tiga gunung, yaitu Kelud, Kawi dan Anjasmoro. Saat ini, enam merek kopi lokal Ngantang sudah lahir,” ujar Taufiq kepada Malang Post.

Setelah sedikit demi sedikit mengubah perspektif kopi yang dulunya petik hijau menjadi petik merah, Ngantang, kini memiliki petani yang memproduksi roast bean dan bubuk kopi. Pria yang juga mantan Camat Ampelgading itu, menegaskan kecamatan terus mendampingi petani dalam memproduksi kopi Ngantang berkualitas.

“Tahun 2019 lalu, kami sudah menggelar festival, tahun 2020 ini akan ada lagi. Kami upayakan, setiap tahun ada festival kopi di Ngantang,” tambahnya. Sementara, untuk durian, Taufiq memiliki konsep Ngantang sebagai bumi durian. Harapannya, setiap bulan, selalu ada durian yang tersedia di Ngantang, walaupun bukan musim panen.

Dia menyebut, musim panen durian di Ngantang adalah bulan Februari sampai April. Di luar musim panen itu, durian dari luar boleh masuk ke Ngantang, tapi harus jujur menyebut bahwa durian tersebut bukan durian Ngantang. Supaya, tidak ada kekeliruan dan salah paham soal kualitas durian Ngantang.

“Kami juga mendorong para petani durian, agar menciptakan variasi olahan durian. Mulai dari kue, permen, bakpia, jenang dan sebagainya. Ke depan, kami mendorong Ngantang untuk menjadi wisata agro kopi dan agro durian,” tambah bapak dua anak tersebut. Tujuan akhir dari misi ini, adalah menjadikan Ngantang objek wisata, bukan sekarang jalur yang dilewati wisatawan menuju Batu.

“Harapan kami, Ngantang bukan sekadar area yang dilewati wisatawan yang menuju Batu, tapi menjadi objek dan jujugan wisatawan,” tutup Taufiq. (fin)

Editor : fin
Uploader : rois
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU