Walikota 'Lelangkan' Program Beasiswa Pada Rektor se Kota Malang

  • 21-01-2020 / 19:03 WIB
  • Kategori:Malang
Walikota 'Lelangkan' Program Beasiswa Pada Rektor se Kota Malang Seluruh perwakilan rektor/pimpinan perguruan tinggi se Kota Malang mengikuti Forum Rektor, Selasa (21/1) potensi CSR yang dapat diberikan PT pada Kota Malang

Malangpostonline.com - Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) tidak hanya dilakukan pada perusahaan swasta yang ada di Kota Malang untuk menunjukan kepeduliannya dan kontribusi pada warga sekitar. Perguruan Tinggi (PT) pun juga ditunut memberikan kontribusi yang sama.

Hal ini lah yang ditekankan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji, Selasa (21/1) pada Forum Rektor “Pembahasan Potensi CSR PT di Kota Malang” dihadapan puluhan rektor dan pimpinan PT se Kota Malang.

“Harapannya dapat memberikan kontribusi seperti beasiswa pendidikan, bidang lain juga seperti sosial, kesehatan hingga lingkungan. Agar sinergi dan berkelanjutan dalam kerjasama saling memberi kontribusi,” papar Sutiaji.

Hal yang paling ditonjolkan sebenarnya adalah peningkatan program beasiswa bagi warga asli Kota Malang yang tidak mampu. Sutiaji menegaskan PT di Kota Malang bisa memberikan porsi pada warga Kota Malang yang tidak mampu untuk menempuh pendidikan dengan bantuan beasiswa.

Sistemnya seperti lelang. Yakni Pemda akan menyiapkan data anak tidak mampu usia sekolah per tahunnya. Disana perguruan tinggi akan ditawari, berapa siswa yang mampu diberi beasiswa di masing-masing kampusnya tersebut.

“Jadi nanti mampunya berapa ndak apa-apa. Yang penting dapat membantu,” tegas Sutiaji.

Tidak hanya itu, Pemkot Malang juga merencanakan adanya program Zonasi Kampung Asuh agar dapat di MoU kan ke PT se Kota Malang. Program ini akan memberikan kesempatan PT untuk “mengasuh” daerah sekitar lingkungan kampus mereka berdiri.

Misalkan sebuah kampus yang ada di Kecamatan Klojen akan memberikan program-program binaan pada kelurahan di zona kampusnya berada yakni di kawasan Klojen. Sementara kampus lain yang berada di kawasan kecamatan lain bisa melakukan hal sama pada kelurahan di zona nya sendiri.

Program ini diampu dalam satu konsep besar yakni “Kampus To Kampung”. Konsep ini diharapkan dapat diterima sehingga bisa dikerjasamakan.

“Saya mengimbau jadikan Kota Malang sebagai laboratoriumnya kampus. Baik penelitian dan pengabdian masyrakat melalui pentahelix kita aktifkan semua peran potensial,” tegasnya.

Sementara itu Prof Dr Ir M Bisri MS, mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang mengatakan apa yang diusulkan dan disarankan dalam forum rektor akan ditampung dan dikemas agar menjadi sebuah program yang sinergis satu sama lain.

Dikatakannya goal dari Forum Rektor tersebut adalah bagaimana PT dan Pemkot Malang dapat menciptakan konsep tematik untuk pengembangan SDM di Kota Malang.

“Goalnya akan diperjelas. Akan dibuat tematik. Misalkan kampus mana tema kontribusinya apa. Misalkan ada program peningkatan kualitas kampung dan sebagainya,” tegas Bisri.

Forum Rektor ini dihadiri Rektor UB Nuhfil Hanani, Rektor UMM Dr Fauzan, Rektor Wisnu Wardhana Prof Suko, Rektor Unisma Prof Maskuri, Rektor Uniga Prof Dr Dyah Sawitri, dan banyak lainnya. (ica)

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU