Maksimalkan Pelayanan, Pengadilan Agama Kota Malang Luncurkan 4 Aplikasi

  • 23-01-2020 / 17:16 WIB
  • Kategori:Malang
Maksimalkan Pelayanan, Pengadilan Agama Kota Malang Luncurkan 4 Aplikasi RESMI DILUNCURKAN: Pengadilan Agama Kota Malang resmi meluncurkan empat aplikasi pelayanan publik, Kamis (23/1).

Malangpostonline.com - Untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat, Pengadilan Agama Kota Malang membuat inovasi. Setidaknya, ada empat aplikasi yang diluncurkan, Kamis (23/1), yakni Simpel, Avika, kartu antrian hingga pengiriman berkas.

Ketua Pengadilan Agama Kota Malang, Saiful Karim mengungkapkan, keempat inovasi tersebut diluncurkan untuk memberikan kemudahan terhadap masyarakat yang membutugkan pelayanan. "Mudah-mudahan, dengan aplikasi ini, bisa memberikan pelayanan pengadilan yang mudah, murah dan cepat," terang dia.

Inovasi yang pertama, yakni Sistem Informasi Persuratan Elektronik (Simpel). Aplikasi ini diluncurkan untuk mempermudah akses pemberitahuan kepada para pihak yang berperkara. "Aplikasi ini untuk mengadministrasikan surat-surat. Termasuk pemanggilan dan pemberitahuan untuk para pihak yang berperkara dan terkoneksi dengan pengadilan agama antar daerah," jelas dia.

Kemudian, inovasi berikitnya adalan Asistensi Virtual Informasi Perkara (Avika), yakni sebuah aplikasi untuk pelayanan customer service. "Kami akan memberikan informasi kepada masyarakat terkait perkara mereka. Mulai dari syarat ajukan gugatan hingga status perkara mereka," papar dia.

Termasuk, lanjut dia, terkait putusan atau produk akta cerai yang diterbitkan nanti. "Bisa ditanyakan sudah selesai atau belum, bisa menggunakan SMS atau WhatsApp," beber dia.

Aplikasi berikutnya adalah kartu antrean all access. Masyarakat yang ingin menggunakan layanan, akan mendapatkan kartu antrean tersebut  "Tidak perlu antre manual, cukup tempel kartu itu saja. Ini berlaku untuk semua layanan, termasuk konsultasi dan bayar biaya perkara," ujar dia

Terakhir, lanjut dia, pihaknya juga menyediakan pelayanan pengiriman produk putusan. "Ketika ada warga yang sudah selesai diputus perkaranya, akan diberi tawaran, apakah akta cerai ataupun hasil putusan lain diantar ke rumah atau diambil sendiri," jelas dia.

Jika memang ingin diantar, warga harus mebgisi formulir data diri dan menyertakan alamat tujuan yang jelas. Kemudian, menandatangani surat kuasa. "Setelah itu, akan diantar ke alamat yang dituju melalui kantor pos. Biayanya sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu," tandas dia.(tea)

Editor : tea
Uploader : rois
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU