Imlek 2020 Tahun Tikus Logam, Umat Klenteng Eng An Kiong Sujud Syukur

  • 25-01-2020 / 18:39 WIB
  • Kategori:Malang
Imlek 2020 Tahun Tikus Logam, Umat Klenteng Eng An Kiong Sujud Syukur Ribuan umat Klenteng Eng An Kiong berdatangan silih berganti mengucapkan doa dan syukur di Ibadat menyambut Perayaan Imlek Tahun 2020, tanda musim semi kembali datang

Malangpostonline.com - Perayaan Tahun Baru Imlek 2020 dirayakan khidmat ribuan umat di Klenteng Eng An Kiong, Sabtu (25/1). Sejak pagi hingga siang, jemaat melakukan ibadah dengan bersembahyang di tiap sudut kuil Klenteng.

Dengan membawa dupa merah yang diabakar umat mulai berkeliling dimulai dari altar depan klenteng hingga ke altar tengah dan belakang. Setiap altar dan penancapan dupa di setiap tempat memiliki maknanya sendiri.

Ada yang berdoa untuk bumi dan alam sekitar, kepada dewa-dewi kahyangan hingga yang terutama pada sang pencipta. Ibadat ini menjadi ibadat wajib kaum Budha, Tao dan Konghucu yang memilih Klenteng Eng An Kiong sebagai klenteng tujuan sembahyang Imlek.

“Saya dan keluarga, kita Budha. Kita selalu ke Klenteng Eng An Kiong untuk sembahyang Imlek karena memang sudah tradisi kami sekeluarga. Setelah darisini kita akan kumpul dengan keluarga besar,” papar Dewinta Yuli, salah satu umat Klenteng Eng An Kiong.

Makna berkumpul bersama keluarga dirasakan seluruh umat yang merayakan Imlek. Meksi begitu apa makna lain dari pergantian tahun dalam kalender cina ini?

Terkait makna lain dari Tahun Baru Imlek ke 2571 ini, Humas Klenteng Eng An Kiong, Bunsu Anton menyampaikan simbol tersendiri yang mengikuti filosofi tahun baru Imlek ini. Yakni disebut sebagai Tahun Tikus Logam.

“Sebagaimana fisiknya, tikus merupakan hewan yang sangat terampil. Selain itu tikus juga dikenal sebagai hewan yang rajin dan pekerja keras,” jelas Bunsu.

Dengan tepat jatuhnya Tahun Tikus Logam ini, diharapkan manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna untuk selalu memanfaatkan peluang yang ada. Terlebih, Indonesia adalah negeri agraris yang selalu disinari Matahari sepanjang tahun.

Setiap orang bisa melihat bahwa tikus adalah hewan yang kecil tapi rajin dan bisa mencari makan sendiri. Maka, sebagai manusia harus rajin memanfaatkan peluang dan fasilitas yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Salah satunya dalam bentuk tanah subur.

Anton menjelaskan, Tahun Baru Imlek selalu datang saat musim semi. Musim semi sendiri adalah musim yang berada di tahap awal atau pertama dalam siklus musim.

“Maka dari itu kembali dari nol, dengan harapan baru dan hati yang bersih diharapkan dapat dijalani seluruh umat,” tandasnya.

Pesan lain yang terkandung dalam Tahun Tikus Logam adalah agar manusia selalu belajar. Karena sebagaimana ajaran yang ada, manusia harus belajar dari lahir hingga dia diapnggil oleh Tuhan Yang Maha Esa.

"Di tahun ini, kami berdoa kepada Tuhan agar diberi keimanan untuk menjunjung tinggi kebenaran dan menjalankan kebaikan serta kebajikan," pungkasnya. (ica)

Editor : ica
Uploader : rois
Penulis : ica
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU