Kota Malang Tambah Sekolah, Dua Sekolah Baru di Sukun dan Satu di Blimbing

  • 03-02-2020 / 00:21 WIB
  • Kategori:Malang, Sekolah
Kota Malang Tambah Sekolah, Dua Sekolah Baru di Sukun dan Satu di Blimbing ilustrasi, dok MPO.

Malangpostonline.com - Kota Malang memang harus menambah jumlah sekolah. Khususnya sekolah di level atas seperti Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang Prof. Dr. Muhammad Amin SPd MSi., kepada Malang Post.

Usulan ini terkait dengan zonanis. Menurutnya, penerapan zonasi tahun lalu dengan segala macam permasalahan yang muncul memiliki beberapa akar masalah. Salah satunya yakni jumlah sekolah (di level atas seperti SMP) yang ada tidak seimbang dengan lulusan yang keluar.

"Memang harus ada penambahan sekolah. Karena di kota ada banyak wilayah tidak memiliki jumlah sekolah dengan yang wajib sekolahnya," tegasnya.

Meski begitu ia menegaskan Pemerintah Daerah terlebih dahulu harus memetakan sejumlah unsur yang ada, untuk menentukan nilai atau jumlah ideal sekolah yang harus ditambah. Menurut Amin, dikarenakan adanya pergantian pejabat kementerian pendidikan maka kebijakan pendidikan bisa berubah.

Akan tetapi jika masih menggunakan pola lama yakni sebanyak 50 persen penerimaan siswa baru menggunakan zonasi, maka bisa dipetakan kembali dengan menghitung jumlah lulusan jenjang pendidikannya.

"Katakan jika yang lulus ada 1.000 per tahun maka Pemda harus menyediakan 500 kursi untuk bisa diterima. Dipetakan sekolahnya," jelasnya.

Ia membenarkan jika sistem zonasi akan memberikan efek pemerataan pendidikan hanya saja sekolah pun harus rata. Inilah mengapa saat ini Dewan Pendidikan juga terus melakukan komunikasi dengan Dinas Pendidikan. Dimulai dengan melakukan pemetaan jumlah lulusan, jumlah sekolah, kebutuhan per wilayah hingga menyesuaikan dengan sistem pendidikan dalam kaitannya dengan zonasi tadi.

"Besok Senin (3/2) kita bahas itu. Ada undangan ke Dewan Pendidikan dengan Dinas Pendidikan. Salah satunya bahas pemetaan itu," pungkasnya.

Sementara itu Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani menegaskan legislatif juga tengah konsen untuk mengawasi anggaran pendidikan. Dikatakannya di 2020 sudah dianggarkan anggaran untuk penambahan sekolah. Terdapat tiga sekolah yang akan dibangun baru.

"Di Kecamatan Sukun ada dua sekolah dan satu sekolah baru di Kecamatan Blimbing," jelasnya.

Ini telah dibahas menyusul kejadian zonasi beberapa tahun lalu. Dewan telah mengetahui jika penambahan sekolah adalah hal yang penting untuk segera direalisasikan.

Hal ini berkaitan pula dengan upaya pemerataan pendidikan di Kota Malang. Di mana, lanjut Politisi PDI Perjuangan ini satu satunya solusi dan akan terus diagendakan adalah pembangunan sekolah baru. Kebutuhan sekolah SMA pun juga tengah dikomunikasikan terus. Meski hingga saat ini komunikasi dengan provinsi belum dilakukan.

"Karena untuk SMA kewenangan provinsi. Ke depan akan dikomunikasikan dan Disdik akan didorong juga ," pungkasnya.(ica/ary)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU