Balai Kota Belum Bisa Ramah Lansia dan Difabel

  • 07-02-2020 / 20:38 WIB
  • Kategori:Malang
Balai Kota Belum Bisa Ramah Lansia dan Difabel Balai Kota Malang belum dapat didesain ramah disabilitas dan lansia karena tidak bisa diubah menyusul status heritage

Malangpostonline.com - Gedung Balai Kota Malang nampaknya tidak dapat didesain ulang untuk ditambahkan fasilitas yang mendukung kota ramah lansia dan kaum disabilitas. Hal ini menyusul status gedung yang dimasukan kategori heritage atau bangunan kuno.

Hal ini menjadi hal yang disayangkan publik, begitu pula diungkapkan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji. Belum lama ini ia menjelaskan alasan Gedung Balai Kota Malang yang sulit diubah begitu saja.

“Ya saya minta maaf karena Balai Kota Malang tidak bisa diubah begitu saja karena masuk ke gedung heritage. Jadi ndak bisa diubah-ubah begitu saja,” paparnya.

Sutiaji menjelaskan hal ini karena banyak permintaan masuk tentang perubahan fasilitas publik seperti gedung pelayanan publik yang akan dibangun menuju ramah lansia dan disabilitas. Untuk mendukung tujuan pengembangan daerah menuju ramah lansia dan disabilitas.

Ia mengungkapkan pihaknya sudah memetakan bagaiaman Balai Kota Malang bisa diubah atau ditambahkan fasilitas penunjang ramah lansia atau disabilitas.

Hanya saja rencana tersebut membutuhkan banyak perombakan. Seperti tangga menuju ruang sidang atau ruang walikota yang harus diubah memiliki jalur sepeda roda harus melakukan perombakan besar. Hal ini akan mengurangi tingkat keaslian gedung secara besar.

“Lalu ada usulan buat lift juga untuk ke atas. Tapi ini kita ndak tahu tempatnya dimana mau dibangun disana,” tegas Sutiaji.

Maka dari itu ia menegaskan Gedung Balai Kota Malang akan sulit dibuat untuk mendukung gedung yang ramah lansia dan disabilitas. Untuk itu pihaknya akan mengedepankan gedung pelayanan publik baru yang masih bisa dikondisikan.

Seperti  kantor-kantor kecamatan dan kelurahan yang menjadi garda awal fasilitas pelayanan publik. Di tahun ini sudah dimulai pembaharuan fisik gedung yang sebelumnya belum ramah lansia dan disabilitas mulai diubah.

“Sudah ada yang dirubah. Seperti meja resepsionis di kelurahan yang terlau tinggi dipendekan agar bisa dijangkau semua kalangan,” tegasnya.

Beberapa sistem pelayanan kesehatan seperti di Puskesmas Janti sudah menerapkan jalur untuk mereka yang tuna netra. Karena menggunakan pula pelayanan dengan huruf braille. Kedepan semua gedung pelayanan publik akan mengutamakan kalangan lansia dan disabilitas pada struktur bangunanya. (ica)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU