Segera Uji Laik Fungsi, Hambat Exit Tol, Pemilik Usaha Cucian Mobil Cuek

  • 08-02-2020 / 08:44 WIB
  • Kategori:Malang
Segera Uji Laik Fungsi, Hambat Exit Tol, Pemilik Usaha Cucian Mobil Cuek

Malangpostonline.com - Progres tol Malang Pandaan di Madyopuro memasuki tahap akhir. Dalam waktu dekat, PT Jasa Marga Pandaan Malang bakal kedatangan tim pra Uji Laik Fungsi. Kedatangan mereka untuk mengecek kondisi terakhir tol Madyopuro. Hasil pra ULF tersebut bakal dijadikan bahan oleh tim besar ULF gabungan dari berbagai instansi keselamatan.

“Uji laik fungsi, akan turunkan tim kecil, tim pra ULF, dari situ, kalau nggak banyak catatan, nggak banyak yang harus dikerjakan, dua minggu sudah turun tim ULF. Kalau uji laik fungsi ada Bina Marga, kepolisian dari Korlantas dan Perhubungan, soal akses keselamatan,” urai M. Jazuli, Direktur Teknik PT JMPM kepada Malang Post.

Tim kecil yang bakal melakukan pra ULF tersebut, hanya menjadi awal proses menurunkan restu agar tol Madyopuro laik fungsi. Jazuli memaparkan, tim ULF dari gabungan kepolisian, Bina Marga dan perhubungan, bakal lebih detail lagi dalam membahas tiap ruas tol yang menjalani ULF.

“Biasanya perlu perbaikan ada catatan-catatan, pra ULF sepintas, kalau ULF detail,” tambahnya.

Tak heran, jika tak ada persoalan berarti, maka Maret 2020, tol Madyopuro resmi beroperasi secara normal. Hanya saja, persoalan yang tersisa adalah cucian mobil di Jalan Raya Ki Ageng Gribig yang nantinya menjadi exit tol.

Satu tempat usaha ini, berdiri di atas jalur yang harusnya menjadi jalan pintas simpang empat exit tol Madyopuro. Apalagi, menurut Jazuli, saat ini seluruh lahan yang sempat menyendat pembangunan tol Madyopuro, sudah clear semua. Seluruh lahan sudah dibebaskan, sehingga pembangunan dikebut.

“Target Maret sudah operasional. Sudah, semua clear, yang ruko. Untuk bengkel, itu di luar, masuk wilayah kota. Infonya Kota Malang bersurat ke menteri PU, agar pembebasan lahan itu ditangani oleh tol, Tapi kalau membebaskan lahan gak bisa. Tugas kita cuma lahan tol,” sambung Jazuli.

Sehingga, jika memang harus ada pelepasan lahan, maka Pemkot Malang yang bertanggungjawab melakukan proses tersebut. Sebelumnya, sesuai dokumentasi Malang Post, sekitar tahun 2017-2018, Wali Kota Malang kala itu, M. Anton, bersama Kepala DPUPR saat itu, Jarot Edi Sulistiyono, sudah pernah mendatangi dan menemui pemilik gedung tersebut.

Pada intinya, saat itu Wali Kota Malang Anton mengklaim telah berhasil meminta pemilik gedung untuk memundurkan bangunan. Serta melepas satu petak lahan tersebut agar menjadi bagian exit tol. Tapi, dalam perjalanannya, bangunan tersebut tak kunjung roboh, bahkan ketika tol Madyopuro sudah hampir finish tahun 2020 ini.

Terpisah, menurut Wali Kota Malang Sutiaji. Kemarin, Jumat (7/2) pihaknya mengagendakan koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan untuk menindaklanjuti rencana eksekusi yang akan dilakukan di titik lahan tempat cucian mobil yang menghambat penyelesaian Exit Tol Pandaan-Malang di Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Akan tetapi saat dikonfirmasi hingga Jumat (7/2) malam, Sutiaji masih belum memberikan hasil koordinasi tersebut saat dimintai keterangan. Rencananya koordinasi tersebut hendak menentukan dan memastikan eksekusi dapat dilakukan atau tidak dan kapan akan dilakukan.

"Maaf hari ini tidak ngantor. Belum tanya ke Pak Sek (Sekda Kota Malang,red)," tandasnya.

Sementara itu, pemilik tempat usaha cucian mobil di Jalan Ki Ageng Gribig yang menghambat penuntasan Seksi V tol Malang–Pandaan (Mapan) bersikap acuh. Padahal keberadaan bangunan usahanya mengganggu tahapan uji laik fungsi yang segera dilakukan. Ketika ditemui Malang Post, sang pemilik enggan tak mau menanggapi problema di exit tol Madyopuro.

“No Comment, maaf,” katanya.(fin/mp4/ary)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : fin
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU