Top! Peserta UPA DPC Peradi RBA Malang Tembus 81 Orang. Salah Satunya dari Papua

  • 08-02-2020 / 14:40 WIB
  • Kategori:Malang
Top! Peserta UPA DPC Peradi RBA Malang Tembus 81 Orang. Salah Satunya dari Papua REKOR: Jumlah peserta UPA DPC Peradi RBA Malang mencapai 81 orang dan diikuti beberapa calon advokat dari luar daerah.

Malangpostonline.com - Boleh jadi ini merupakan yang pertama, Ujian Profesi Advokat (UPA) dengan peserta terbanyak di Indonesia. Yakni 81 calon advokat. Mereka mengikuti ujian untuk menjadi lawyer, yang diadakan DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Rumah Bersama Advokat (RBA) Malang bekerjasama dengan DPC Peradi RBA di Hotel Pelangi, Kota Malang, Sabtu (8/2) pagi.   

Bahkan, salah satu peserta yang datang, berasal dari Wamena, Papua. “Kalau lihat dari dokumen, pesertanya beragam. Tapi yang istimewa adalah dari Wamena, Papua. Sebetulnya ada tiga orang, namun yang terealisasi hanya satu orang,” terang Ketua DPC Peradi RBA Malang, Ahmad Siswantoro, SH. Di Wamena, Papua sendiri, jumlah advokat masih sangat sedikit.

“Hanya saja, peserta asal Wamena yang ikut UPA ini, sudah lama memiliki dasar PKPA dan bergabung di LSM. Sehingga ia disarankan untuk mengikuti ujian,”  kata dia. Pelaksanaan UPA ini sendiri, disebutnya, yang pertama di bulan Februari. “Kalau untuk DPC Peradi RBA Malang, ini yang ketiga kalinya dan respon pesertanya cukup tinggi,” tambah Siswantoro.

Menurutnya, ini juga dikarenakan mantan Ketua DPC Peradi RBA Malang, Yayan Riyanto, SH, MH sudah merintis dengan segala upaya agar Peradi RBA dikenal. “Kepengurusan sekarang tinggal meneruskan,” lanjutnya. “Termasuk pula kesolidan anggota sehingga calon peserta pun banyak. Saat try out, pesertanya 77 orang. Setelah itu berubah menjadi 81 orang,” tegas Ketua DPC Peradi RBA Malang periode 2019 – 2023 itu.

Dia berharap, bila sebelumnya jumlah kelulusan mencapai 90 persen, kini bisa mencapai 100 persen, untuk dilanjutkan dengan penyumpahan. Namun Siswantoro menegaskan, penyumpahan hanya dapat dilakukan oleh calon advokat yang berdomisili atau tinggal di Malang. Hal ini juga dibenarkan Ketua Pelaksana UPA DPC Peradi RBA Malang, Beny Ruston, SH, MH.

“Selama bisa menunjukkan bukti domisili yang diberikan keterangan instansi setempat seperti RT, RW dan kelurahan, bisa mengikuti penyumpahan di Pengadilan Tinggi Surabaya. Harus domisili terakhir. Kalau tidak, mereka yang lulus UPA di sini sekalipun, harus mengikuti penyumpahan sebagai advokat di daerahnya masing-masing,” ujar advokat muda tersebut. 

Ia juga menyebutkan, materi UPA yang diawasi langsung oleh Ketua PKPA & UPA DPN Peradi RBA, Lasbok Marbun, SH, MH tidak jauh- jauh dari materi Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diterima sebelumnya. “Apalagi peserta ujian sudah sarjana hukum, tentunya linier dan komplit antara teori dan praktik,” tuturnya.

Mulai dari pidana dan hukum acaranya, hukum perdata materiil dan formil, hubungan industrial, kode etik, TUN hingga peradilan agama. “Kalau penambahan materi, hukum itu sudah ada ketentuan. Mungkin seperti produk hukum baru yang dikeluarkan. Seperti penetapan objek praperadilan. Nah setelah ada putusan MK, diupgrade dengan produk hukum yang dikeluarkan,” tutupnya. (mar)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : mar
Uploader : slatem
Penulis : marga
Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU