Manfaatkan Masa Awal Perkembangan Anak

  • 08-02-2020 / 19:42 WIB
  • Kategori:Malang
Manfaatkan Masa Awal Perkembangan Anak Seminar Psikologi “Mengenal Orientasi Seksual Anak Sejak Dini” diselenggarakan Malang Post, Sabtu (8/2) di The 101 Malang OJ bersama pakar-pakar psikologi Kota Malang

Malangpostonline.com - Satu tahun awal pada perkembangan anak menjadi masa paling penting. Pasalnya segala aspek perkembangan anak terbentuk di awal masa tersebut. Maka sangat penting bagi orang tua untuk memberikan segala yang terbaik di masa tersebut.

Baik memberikan asupan gizi, pelajaran dasar, lingkungan sekitar yang baik. Bahkan juga bagaimana orang tua bersikap dan berbicara juga harus diatur baik-baik.

Hal ini disampaikan Spesialis Kedokteran Jiwa/Psikiater SMF Psikiatri FKUB-RSSA, dr Zuhrotun Ulya, Sp.KJ., M.H dalam Seminar Psikologi “Mengenali Orientasi Sejak Dini” Malang Post, Sabtu (8/2).

“Karena berbicara soal mengenali orientasi seksual anak sejak dini kita bisa melihat salah satu teori psikoseksual anak dari Sigmund Freud yang memulai mengenali tahap perkembangan anak dari usia 1 tahun awal,” paparnya.

Disini, yang paling berperan adalah orang tua atau mereka yang mengasuh si anak. Jika dalam masa ini terjadi fiksasi (hambatan) maka terdapat resiko terjadinya proses adiksi (kecenderungan/ketergantungan) berbeda. Termasuk soal orientasi seksualnya.

Sementara orientasi seksual berkutat pada 3 aspek. Ia menjelaskan aspek ini adalah identintas, perilaku dan hasrat. Dimana pada kasus tertentu arah hasrat seksual tidak selalu muncul pada identitas gender anak saat tumbuh.

“Ini memang sepele tetapi bisa mempengaruhi. Seperti misalkan ada orang tua punya anak lak-laki lalu suatu saat saya melihat anaknya ini difoto pakai jilbab, kata orang tuanya hanya untuk lucu-lucuan saja. Nah ini kalau bisa jangan dilakukan,” papar psikolog yang akrab disapa Uul ini.

Ia pun juga menjelaskan bahwa pemikiran anak memang kompleks. Bak spons kerja otak akan menyerap apapun yang diterima mereka di lingkungan sekitar. Yang kedepan bisa membentuk kepribadian juga orientasi seksual mereka.

Meski begitu juga dijelaskan bahwa orientasi seksual dengan segala macam istilah yang berkembang tetap menjadi perdebatan. Utamanya apa-apa saja yang menyebabkan hal itu. Hanya, akan sangat baik jika orang tua dapat mengenalinya sejak dini sehingga ketika terjadi hal yang kurang sesuai dapat dibimbing lebih dini.

Sementara itu hadir pula sebagai pemateri, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Malang Salis Yuniardi, M.Psi., PhD.,Psikolog juga menjelaskan bagaimana masyrakat dapat belajar mengenali orientasi sejak dini melihat kasus pemerkosaan ratusan pria yang dilakukan mahasiswa asal Indonesia di Manchester University, Reynhard Sinaga.

“Apa yang menjadikan seseorang bisa seperti itu (orientasi seksual yang tidak normal,red) sampai saat ini memang masih jadi perdebatan. Bisa biologis, bisa karena bias kognitif dan banyak lagi faktornya,” tegas Salis.

Menurutnya, kasus Reynhard pun juga tidak bisa serta merta disimpulkan sebagai penyimpangan seksual yang mutlak.

Baginya, perlu diketahui apa yang menjadi masalah sebenarnya. Jika dilihat dari sosok Reynhard sendiri yang dikatakan berpendidikan tinggi, berasal dari keluarga relijius dengan lingkungan tumbuh yang baik pun tidak menjamin pada akhirnya.

“Ketertarikan seksual adalah insting tapi kepada siapa tertartik bisa ditentukan. Inilah bisa jadi karena kognitif, lingkungan sampai biologis kromosomnya,” papar alumnus S3 Institute of Neuroscience Newcastle University, United Kingdom ini.

Meski begitu dikatakannya kembali masa perkembangan anak lah yang paling penting untuk diperhatikan oleh orang tua. Bagaimanapun bentuk orientasi seksual yang muncul peran orang tua tidak bisa dipisahkan untuk membimbing. (ica)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU