Lalin Exit Tol Terancam Tak Lancar

  • 10-02-2020 / 09:28 WIB
  • Kategori:Malang
Lalin Exit Tol Terancam Tak Lancar

Malangpostonline.com -Pembebasan tempat usaha  cucian di area exit Seksi V Tol Malang-Pandaan di Madyopuro jadi ujian Pemkot Malang. Sebab keberadaan bangunan itu menggangu kelancaran arus lalu lintas (lalin) yang keluar dari jalan bebas hambatan tersebut.

Direktur Teknik PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM), Siswantono mengatakan demi kelancaran akses keluar tol maka pihaknya berkoordinai dengan Pemkot Malang untuk pembebasan bangunan.

“Kami pendekatan ke Pemkot Malang karena ranah pemkot untuk melakukan pembebasan. Tujuannya memperlancar arus kendaraan yang keluar masuk melalui gerbang tol Madyopuro,’’ katanya.

Siswantono mengatakan, secara teknis pekerjaan utama seksi V Tol Mapan tidak ada hambatan. Sampai saat ini berjalan baik, termasuk pembebasan lahan di area utama. “Beberapa waktu lalu memang ada beberapa bidang lahan yang belum bebas. Tapi sekarang sudah semuanya, itu yang masuk kawasan kami, yaitu sebelah timur jalan. Sedangkan sebelah barat ranah Pemkot Malang,’’ tambahnya.

Satu-satunya yang belum selesai, ditambahkan Siswantono  yakni pemindahan tiang listrik dan beberapa tiang provider. Secara umum, kondisi pengerjaan sudah mencapai 96 persen. “Jika semua tiang itu sudah dipindahkan, kami langsung bisa mengerjakan lapisan jalan dengan beton rigit,’’ katanya.

Pria asal Kota Batu ini menyebutkan, sesuai jadwal  Seksi V Tol Mapan selesai pertengahan Februari . ”Makanya kami menunggu perpindahan semua tiang selesai. Sehingga kami bisa lancar mengerjakan,’’ urainya.

Pengerjaan lainnya yakni proses membangun jalan untuk warga. Sebab warga meminta ada fasilitas jalan untuk kelancaran transportasi. “Kami pastikan tidak lama bisa diselesaikan,’’ urainya.

Disinggung fasilitas jalan,  Siswantono mengatakan semuanya sudah oke. Termasuk saluran air,  “Kami berharap sebelum seksi V ini dioperasionalkan, semuanya sudah selesai, termasuk bidang yang belum bebas itu juga bisa selesai,’’ tandasnya.

Sementara itu, hingga Sabtu (8/2) lalu, pemilik bangunan usaha cucian  belum memberi komentar. “No comment dulu ya,” ungkap pria yang menolak menyebut namanya itu.

Malang Post kemudian menanyakan bagaiamana tanggapannya terkait rencana Pemkot Malang memindahkan penghuni lahan tersbeut dalam waktu dekat. Namun ia masih tidak mau menanggapi. Meski begitu saat ditanya apakah pada saatnya nanti ia dan keluarganya akan pindah jika dilakukan ekskusi lahan, pria ini langsung merespon.  “Tidak pindah. Ini lahan punya kami kok,” tegasnya.

Untuk diketahui, Pemkot Malang segera bertindak. Bahkan kini tengah berkoordinasi dengan sejumlah instani terkait. Di antaranya Kejari Malang dan Polresta Malang Kota. 

Berdasarkan data yang didapat Malang Post, sebelumnya di tahun 2016 lalu Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengukur luasan dan ruasan lahan bangunan yang berada di Jalan Ki Ageng Gribig No 5 itu.

Bagian depan bangunan cuci mobil dan penjualan suku cadang kendaraan itu masuk dalam wilayah siteplan pembangunan jalan kembar. Menurut informasi, dasar pengukuran pada sertifikat atas nama H Nur Soleh yang terbit 1999. Nama ini diketahui sebagai pemilik bangunan dan lahan. Lalu hasil pengukuran tersebut sempat menunjukkan bangunan fisik yang ada melebihi batas yang tertera pada sertifikat. Ketika hal tersebut dikonfirmasi, pemilik bangunan enggan menjawab.  “Sudah saya no comment,” kata dia. (ira/ica/van)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : tim
Uploader : rois
Penulis : tim
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU