Cucian Mobil Hambat Exit Tol, Kepala PU Bina Marga Jatim: Robohkan!

  • 13-02-2020 / 05:31 WIB
  • Kategori:Malang
Cucian Mobil Hambat Exit Tol, Kepala PU Bina Marga Jatim: Robohkan! Bangunan tempat usaha cucian mobil di Jalan Ki Ageng Gribig masih bertahan. Pemiliknya enggan pindah lantaran mengaku punya sertifikat lahan tersebut.

Malangpostonline.com - Tempat usaha cucian mobil di Jalan Ki Ageng Gribig yang menghambat akses exit Tol Madyopuro tak kunjung dieksekusi. Pemkot Malang tampaknya belum berani mengeksekusi bangunan  tersebut. Padahal jika bangunan itu statusnya berada di atas tanah negara maka siapapun tidak bisa menghalang-halanginya ketika akan digunakan untuk kepentingan publik. 

“Kuncinya hanya itu. Pemerintah dalam hal ini Pemkot Malang, harus bisa menunjukkan kalau status tanah itu milik negara,”  tandas Gatot Sulistyo Hadi, Kepala PU Bina Marga Jatim pada Malangpostoline.

Menurut Gatot, proyek Tol Pandaan – Malang adalah progam Proyek Strategis Nasional (PSN). Karena itu semua masyarakat diminta ikut serta mensukseskan progam Presiden Joko Widodo ini.

Sesuai UU Nomor 2 Tahun 2012, lanjut Gatot, tidak boleh ada yang menghalang-halangi. Sebab yang paling pertama kali menikmati PSN Tol Pandaan-Malang adalah warga Malang Raya.

“Lalu bagaimana dengan penghuni rumah yang masih ngotot di situ. Berikan ganti rugi. Utama sekali ganti rugi bangunan. Lha wong tanahnya bukan tanah warga,’’ tutur Gatot sembari menyebutkan, Kejaksaan Negeri Malang diminta turut serta aktif membantu persoalan ini.

Mantan Kabiro Administrasi Pembangunan Pemprov Jatim ini sangat hafal betul perjalanan pembangunan Tol  Pandaan – Malang. Karena itu, pihaknya sangat prihatin sekali kalau masih ada warga yang tidak mendukung progam untuk memajukan daerahnya ini.

‘’Lakukan permbicaraan akhir. Jika memang tidak mau dipindah. Atau diberi ganti rugi bangunan, ya robohkan. Tanah ini digunakan bukan untuk kepentingan pribadi. Tapi untuk kepentingan nasional,’’ pintahnya.

Gatot mengaku tahu persis posisi rumah yang tidak mau digusur itu. Berbagai pihak telah mengirim data dan minta advis ke lembaganya, agar jalan kembar Jl Ki Ageng Gribig segera difungsikan.

‘’Laporan Jasamarga Pandaan, tol sesi V siap dioperasikan. Tapi, sampai hari ini, tidak bisa dibuka karena akses keluar masuk tol terganggu bangunan itu,’’ tuturnya sembari menunjukkan gambar dimaksudkan. 

Sementara itu, hingga kemarin, Pemkot Malang tak kunjung melayangkan surat peringatan kepada pemilik bangunan tempat usaha cucian mobil di Jl Ki Ageng Gribig No 5. Pemilik tempat usaha cucian mobil ini rencananya akan diberi surat peringatan oleh Pemkot Malang untuk segera mengosongkan bangunan yang didirikan di atas lahan yang bukan miliknya.

Pemkot Malang bersikukuh lahan itu milik negara, sedangkan pemilik bangunan beralasan punya sertifikat tanah atas nama Nur Soleh terbit pada tahun 1999.  Namun hingga kemarin,

pemilik bangunan cucian mobil ini belum bisa dikonfirmasi. Salah satu pegawai penjaga menjelaskan pemiliknya sedang tidak ada di tempat usaha. (hms/ica/bua)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : tim
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU