Sebelum Dieksekusi, Pemilk Bangunan Cucian Mobil Exit Tol Madyopuro Bakal Diberi Santunan

  • 14-02-2020 / 19:28 WIB
  • Kategori:Malang
Sebelum Dieksekusi, Pemilk Bangunan Cucian Mobil Exit Tol Madyopuro Bakal Diberi Santunan Bangunan tempat usaha cucian mobil di lahan yang akan dibebaskan akan diberi santuan sebelum di eksekusi bulan ini

Malangpostonline.com - Mau tidak mau bulan ini menjadi bulan terakhir pemilk bangunan cucian mobil yang berdiri di lahan belum terbebas Tol Pandaan-Malang Jl Ki Ageng Gribig No 5 akan dieksekusi. Sekda Kota Malang Drs Wasto, Jumat (14/2) menegaskan hal tersebut.

Hal ini dijelaskannya menyusul belum ada kata sepakat dari pemda dan pemilik bangunan cucian mobil selama mediasi dilakukan sejak 2014 silam. Padahal bulan ini seharusnya pengerjaan tol Pandaan-Malang Seksi V (Exit Tol) di Madyopuro selesai dan bisa dioperasikan.

Karena tenggat waktu inilah Pemda memilih jalan terakhir yakni pemberitahuan eksekusi. Meski begitu surat peringatan eksekusi ini belum dilayangkan. Pasalnya terdapat cara lebih diplomatis yang akan dilakukan.

“Setelah beberapa hari kemarin kami mengundang pihak kepolisian, kejaksaan dan pengelola jalan tol diketahui bahwa pemda boleh melakukan diskresi untuk menyukseskan proyek strategis nasional ini. Maka terhadap orang yang maenguasai secara fisik banguan disana boleh diberi santunan,” tegas Wasto.

Dijelaskannya mekanisme santunan ini dikatakannya Wasto berdasarkan diskresi yang dapat dilakukan Pemkot Malang mengacu pada sebuah peraturan presiden (perpres) tentang Strategi Nasional negara. Tol Pandaan-Malang termasuk salah satu program strategis nasional. Didalamnya dijelaskan tidak boleh ada hambatan dalam pelaksanaan programnnya.

Maka, Wasto menerangkan lebih jauh dalam beberapa hari ini ia menginstruksikan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang untuk mengundang jasa penilai.

“Jasa penilai ini akan menentukan nilai santunan pada pemilik bangunan pada lahan belum terbebas itu. Berapa nilai dari objek yang dikuasai, jasa penilai lah yang akan menentukan secara indenpenden,” papar Wasto.

Ia meneruskan hasil apapun dari jasa penilai tadi tentang berapa nilai santunan yang akan diberikan pada pemilik bangunan cucian mobil akan dijadikan dasar mutlak pemberian santunan.

Lantas apa yang menjadi landasan hukum pemberian santunan ini? Wasto menjelaskan dalam waktu dekat ini pula akan dibuat Peraturan Walikota (Perwal) yang dapat melegitimasi pelaksanaan pemberian santunan sesuai aturan. Yakni Perwal tentang Penjabaran APBD mendahului APBD-P.

Sementara itu adakah tenggat deadline seluruh proses ini dapat terealisasi? Wasto menegaskan dalam kurun waktu satu bulan ini proses tersebut sudah harus dilaksanakan. Saat ditanya mengenai akan adanya kemungkinan penolakan kembali dari pemilik cucian mobil, Wasto menegaskan eksekusi tetap menjadi pilihan terakhir.

Artinya mau tidak mau, atau diterima atau tidaknya nilai santunan yang nanti akan diberikan pada pemilik usaha cucian mobil ini, Pemkot Malang tetap akan melakukan eksekusi.

“Karena sudah diketahui lahan itu adalah asset negara. Maka jikapun nilai santunan tidak terima tetap akan dieksekusi,” pungkas Wasto. (ica)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU