Kisah Ning Ibu Mahasiswa WNI Wuhan Asal Klojen Ingin Belikan Nasi Padang Saat Anak Pulang

  • 15-02-2020 / 13:31 WIB
  • Kategori:Malang
Kisah Ning Ibu Mahasiswa WNI Wuhan Asal Klojen Ingin Belikan Nasi Padang Saat Anak Pulang Urip Sedianingsih, ibunda dari salah satu mahasiswa WNI Wuhan asal Klojen, terus menggali informasi lewat televisi soal kepulangan putri bungsunya malam, Sabtu (15/2) ini

Malangpostonline.com - Jari jemari Urip Sedianingsih, tidak lepas dari remote televisi kurang lebih sebulan ini. Mata nya pun tidak lepas dari telivisi melihat satu persatu channel berita nasional. Ia tidak berhenti mencari berita terbaru tentang WNI yang berada di Wuhan, menyusul meledaknya kasus virus corona disana.

Ya, Urip Sedianingsih yang biasa dipanggil Ning ini merupakan ibu dari salah satu WNI yang berada di Wuhan. Putri bungsunya, Dianita Asmaningtyas merupakan salah satu WNI yang "terjebak" di Wuhan saat virus menyebar disana.

Ning begitu senang ketika mendengar informasi bahwa Presiden Jokowi mengirimkan armada TNI menjemput anaknya dan ratusan WNI lainnya yang berada di Wuhan kembali ke tanah air.

“Nanti pulang ini, saya belikan anak saya nasi padang,” cerita Ning kepada Malang Post, Sabtu (15/2) saat menceritakan apa yang diinginkan anaknya, Nita, saat pulang ke rumah.

Ning saat ditemui Malang Post di rumahnya Jl Husni Thamrin Gang 4 mengatakan, Nita putrinya yang studi di Central China Normal University (CCNU) Wuhan , Provinsi Hubei, China sejak September 2019 lalu, sangat menginginkan makan Nasi Padang saat pulang dan berada di Malang.

Inilah yang akan dibelikan langsung oleh Ning saat bertemu dengan anaknya. Ning menjelaskan sejak berita Virus Corona menggeparkan dunia, anaknya berada dalam situasi darurat yang tidak menungkinkan untuk pergi jauh kemana-mana apalagi makan apa yang disukai.

“Saat karantina di Natuna inipun katanya diberi makanan yang sehat. Sayur, buah, semua setiap hari. Nah ini juga dia kengen menjes, saya belikan juga nanti,” tutur Ning dengan wajah sumbringah menceritakan keadaan putrinya baik dan sehat selama masa karantina.

Ning menceritakan sejak pertengahan Desember lalu, sebelum Virus Corona ramai, Nita sempat bercerita bahwa warga di Wuhan telah diperingatkan untuk pergi jauh kemana-mana karena terdapat penyakit yang sedang merebak.

Padahal saat itu Nita berencana untuk pulang karena libur imlek di kampusnya berlangsung selama 2 minggu.

“Tapi kata Nita sudah dibertahu jangan pergi jauh-jauh oleh pemerintah disana. Akhirnya dia ga jadi pulang ke Indonesia saat itu. Dan baru satu hari setelah Imlek, berita Corona heboh,” tukas ibu 3 anak ini.

Sejak saat itu Ning dan sekeluarganya berdoa sepanjang hari dan terus mengkontak Nita setiap saat untuk mengikuti perkembangan. Recananya, Nita dan dua kawan asal Malang yang bersama-sama studi di Wuhan akan dipulangkan pukul 16.00 WIB sore nanti dari Natuna.

Ning menjelaskan anaknya rencananya akan transit dulu di Jakarta untuk kemudian disortir berdasarkan wilayah kepulangan. Diperkirakan, Nita dan dua kawan lainnya asal Malang yakni Jelita Pekerti dan M Syaifudin akan tiba di Bandara Juanda pukul 11.00 WIB. (ica)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : ica
Uploader : rois
Penulis : ica
Fotografer : ica

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU