Kisah Para Mahasiswa Asal Malang Usai Jalani Karantina Corona (1)

Merinding Proses Evakuasi ketika Wuhan Lockdown, Karaoke Setiba di Natuna

  • 17-02-2020 / 09:15 WIB
  • Kategori:Malang
Merinding Proses Evakuasi ketika Wuhan Lockdown, Karaoke Setiba di Natuna

Malangpostonline.com - Terharu, reaksi kali pertama yang dirasakan oleh Muhamad Syaifudin ketika berada di Wuhan. Warga asal Blimbing Kota Malang mendengar akan segera dilakukan evakuasi terhadap warga Indonesia yang berada di Wuhan, China. Mahasiswa S2 di Huazhong Agricultural University ini, sebenarnya tak khawatir soal Virus Corona. Sebab pihak kampus selalu memantau kondisi kesehatan para mahasiswanya, bahkan melarang mereka keluar asrama.

Namun ia sangat senang ketika pemerintah Indonesia memutuskan mengevakuasi warga Indonesia dari Wuhan. Saat proses evakuasi dari Huazhong Agricultural University ke bandara, membuat Fudin, sapaan akrab Muhamad Syaifudin merinding.

“Merindingnya kok bisa kami dievakuasi pdahal Wuhan kondisi lockdown, kami saja tidak bisa keluar kampus sama sekali karena tidak ada transportasi, tapi Tim Kemenlu dan KBRI Beijing bantu kami, menjemput dan mengantar ke bandara,” ujar Fudin sapaan akrabnya.

Usai evakuasi tersebut,  dia dan rombongan diterbangkan pada 1 Februari dari China ke Natuna untuk menjalani masa karantina selama dua minggu. Dari Jawa Timur ada 65 orang tetapi yang pulang ke Bandara Juanda sebanyak 62 orang. Sementara sisanya dua orang masih tinggal Jakarta di rumah keluaga. Dan satu orang baru berangkat Minggu (16/2) pukul 10.00 dari Jakarta menuju Banyuwangi.

Rombongan 62 orang tersebut tiba di Bandara Juanda pada Sabtu (15/2) pukul 22.00. Mereka disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Setelah itu mereka dijemput oleh keluarga dan berpencar menuju rumah masing-masing.

“Pas di jemput keluarga, mereka menangis bahagia karena sudah berjumpa dengan keluarga dalam kondisi baik-baik saja, saya sendiri sampai Malang jam 02.00 WIB dini hari,” terang Koordinator dari Tim Evakuasi Mahasiswa Wuhan Jawa Timur ini.

Kepada Malang Post, Fudin menceritakan bahwa dua minggu menjalani karantina di Natuna kegiatan sehari-harinya sangat menyenangkan. Sudah tersedia schedule tetap, mulai bangun tidur, salat bagi yang muslim, bersih-bersih, lalu senam pagi dan sarapan.

Usai sarapan ada pengecekan suhu tubuh dan kesehatan. Setelah itu menjalani aktivitasnya masing-masing. Saat tidak ada jadwal tetap tersebut mereka mengisi waktu luangnya dengan banyak kegiatan. Ada yang belajar, karaoke, bermain-main sama teman lainnya, diskusi dan main kartu.

“Kemudian setelah jam makan siang juga dilanjutkan aktivitas masing-masing, baru sorenya kami ada olahraga, saat waktunya makan malam setelah itu ada tes kesehatan kembali,” urai Alumni Agroekoteknologi Fakultas Pertanian (FP) UB angkatan 2010 ini.

2020 adalah tahun terakhir bagi Fudin menyelesaikan studi S2nya di Wuhan, China. Namun saat ini, semua mahasiswa internasional di Huazhong Agricultural University telah dievakuasi ke negara asal. Sedangkan mahasiswa lokal sana telah kembali ke rumah masing-masing.

Berdasarkan jadwal, seharusnya ia masuk kuliah mulai tanggal 17 Februari 2020, sehingga perkuliahannya saat ini menggunakan sistem online. Dia menunggu konfirmasi dari Pemerintahan Wuhan dan Pemerintah China mengumumkan bahwa kondisi di sana aman.

“Kami bakal kembali ke Wuhan, tidak pindah kuliah apalagi saya mahasiswa tahun terakhir, jadwal dari kampus ada ujian pada Maret mendatang tetapi diundur menjadi bulan April, jadi teman-teman tidak pindah kuliah dan kami akan balik ke sana kalau kotanya sudah aman,” tegasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa saat Wuhan disterilkan, kondisi Fudin dan tiga mahasiswa asal Indonesia lainnya baik-baik saja. Lantaran dia tinggal di asrama kampus. Pun demikian pihak Huazhong Agricultural University juga memastikan mahasiswanya agar tetap sehat.

Kampus juga membantu segala aktivitas mereka meskipun saat itu tidak diperkenankan keluar kampus. Pihak kampus juga support peralatan kesehatan seperti memberikan masker dan cek temperatur secara rutin. Selain itu juga penyemprotan disinfektan.

Meski kuliahnya sedikit terhambat dengan adanya virus Corona. Namun banyak pelajaran yang Fudin dapatkan, khususnya kebersamaan teman-teman Indonesia dan jajaran pemerintah saling menguatkan dan tanggungjawab.

“Saya merasakan pemerintah Indonesia sangat bertanggungjawab kepada warga negaranya, karena evakuasi ini sangat susah menurut saya,” tutup Fudin. (lin)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : lin
Uploader : rois
Penulis : lin
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU