Korban Virus Corona Melonjak, Saatnya Bisnis Emas. BPF Ingatkan Waspada Investasi Bodong

  • 17-02-2020 / 13:18 WIB
  • Kategori:Malang
Korban Virus Corona Melonjak, Saatnya Bisnis Emas. BPF Ingatkan Waspada Investasi Bodong INVESTASI: Kantor PT. BPF Cabang Malang, salah satu perusahaan pialang berjangka komoditi untuk berinvestasi emas dan (foto kanan), Pemimpin BPF Cabang Malang, Andri.

Malangpostonline.com - Senin (17/2), tercatat jumlah korban akibat virus corona di seluruh dunia mencapai 1.770 orang. Korban terbanyak, masih merupakan penduduk di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Akibat virus corona ini, sentimen pelaku pasar investasi pun memburuk. Harga emas dunia pun menguat. Emas merupakan aset aman atau biasa disebut safe haven yang menjadi target investasi, bila sentimen pelaku pasar memburuk.

Sejak virus corona diumumkan Pemerintah China, 20 Januari 2020 lalu, atau beberapa hari sebelum perayaan Imlek, harga emas melonjak cukup drastis hingga 48 persen dalam bisnis perdagangan berjangka komoditi. Hal ini diungkapkan Pemimpin Cabang PT. Bestprofit Futures (BPF) Malang, Andri dalam bincang santai dengan wartawan, Jumat (14/2) pagi.

"Kita lihat kedepannya. Ekspektasi pasar, harga akan naik lagi antara 50 persen hingga 70 persen," ungkap pria murah senyum itu. Ia menjelaskan, harga emas tertinggi dalam sejarah, yakni tahun 2011 akhir di harga US$ 1.923 per troy ounce. "Sekarang sudah US$ 1.577 per troy ounce," tambahnya. Apalagi dengan penyebaran virus corona yang sudah masuk ke Singapura.

"Kita tahu Singapura merupakan pusat finansial Asia. Baik pasar modal ataupun komoditas," tegas Andri. Menurutnya, dengan issue virus corona itu, sudah saatnya masyarakat yang ingin berinvestasi, memilih untuk berbisnis emas. Ia mengatakan emas menjadi primadona. "Dengan kondisi global yang terjadi, emas dapat diperjualbelikan kapan saja selama pasar buka," paparnya.

BPF, kata dia, sebagai penyedia layanan atau fasilitator transaksi, sebenarnya tidak memiliki dampak besar dalam kondisi global tersebut. Namun, sebagai perusahaaan pialang berjangka komoditi yang sah dan terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan RI, BPF mengingatkan bahaya investasi bodong yang ditawarkan perusahaan pialang berjangka yang tidak berizin.

"Calon nasabah bisa mengambil kontrak beli ataupun kontrak jual yang ditawarkan BPF. Penarikan keuntungan juga mudah dilakukan di BPF," ujar dia. Apalagi beberapa waktu lalu, BAPPEBTI sudah mendukung program ujian Wakil Pialang Berjangka (WPB) secara nasional yang diadakan di Kota Malang. "Dari 68 peserta seluruh Indonesia, yang lulus hanya 37 orang. Alhamdulillah, BPF mengirimkan tujuh orang, semuanya lulus sebagai WPB," tutupnya. (mar)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : mar
Uploader : rois
Penulis : marga
Fotografer : Dok

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU