Dishub Kota Malang Akan Evaluasi Rekayasa Lalin Suhat

  • 17-02-2020 / 18:51 WIB
  • Kategori:Malang
Dishub Kota Malang Akan Evaluasi Rekayasa Lalin Suhat DIEVALUASI: Rekayasa Lalin di kawasan Soekarno-Hatta akan terus dievaluasi.

Malangpostonline.com - Selama dua pekan terakhir, rekayasa lalu lintas (lalin) di kawasan Soekarno-Hatta sudah diberlakukan. Namun, masih belum dipatenkan dan akan dievaluasi kembali selama satu bulan ke depan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Handi Priyanto mengungkapkan, selama dua pekan ini, pihaknya terus melakukan evaluasi. Ia menilai, selama ini, rekayasa lalin tersebut berjalan cukup efektif. "Berdasarkan evaluasi forum lalu lintas, rekayasanya berlangsung efektif. Arusnya cenderung lebih lancar," terang dia kepada Malang Post.

Dia menerangkan, selama diberlakukan, ekor antrean kendaraan ketika rush hour di sekitar Jalan Mayjend Panjaitan dan Soekarno-Hatta cenderung lebih pendek. "Sehingga arus relatif lebih lancar karena adanya pengurangan fase Traffic Light (TL) dari tiga fase menjadi dua fase," kata Handi.

Meski demikian, evaluasi terhadap pemberlakukan rekayasa lalin tersebut masih akan terus dilakukan. "Sampai satu bulan ke depan," sambung dia.

Sebab, sebagian besar masyarakat yang melintas di kawasan tersebut masih banyak yang mengeluh. Sebab, arus lalu lintas cenderung macet dan berimbas hingga kawasan lain. Hal tersebut langsung dibantah dengan tegas oleh Handi. Menurutnya, pada kawasan tersebut, telah dipasang traffic counting yang mampu menghitung jumlah kendaraan serta waktu tempuhnya. Sehingga, data yang dihasilkan lebih akurat. "Alat tersebut lebih akurat dibanding argumen setiap orang," jelas dia.

Lebih lanjut, Handi menjelaskan, durasi traffic light tersebut sudah disesuaikan dengan rentang waktu yang ada, yakni mulai pagi hingga sore hari. "Itu juga menyesuaikan dominasi arah arus. Ditambah crossing di Suhat sudah tidak ada karena pengurangan fase," imbuh Handi.

Berdasarkan hasil evaluasi itu, kemacetan yang sering terjadi sejak pagi sekitar pukul 06.00 sampai 08.15 mulai terurai. "Setelah adanya rekayasa lalin, kemacetan terjadi pukul 06.00 hingga 07.20," papar dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,rekayasa lalin mulai diberlakukan di kawasan tersebut sejak Senin (3/2). Pengendara yang mengarah dari arah Dinoyo tidak diperbolehkan untuk lurus menuju Jalan Mayjend Panjaitan. Sehingga, harus belok kiri dan putar balik melalui U-Turn yang ada, yakni di depan Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ).Sementara dua u-turn yang ada di depan kampus Polinema dan Jalan Semanggi di tutup.

Namun belum lama ini, u-turn yang berada di depan kampus Polinema dibuka dan banyak digunakan arah putar balik oleh pengendara roda dua. Sehingga banyak terjadi tumpukan kendaraan di jam sibuk.(tea)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : tea

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU