Kelola Arsip, Pemkot Malang Bakal Gelontor Rp 2,5 T Untuk Data Center

  • 18-02-2020 / 14:07 WIB
  • Kategori:Malang
Kelola Arsip, Pemkot Malang Bakal Gelontor Rp 2,5 T Untuk Data Center Sosialisasi Penyelamatan Arsip Vital Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Malang Tahun 2020 di Hotel Savana, Selasa (18/2).

Malangpostonline.com - Kota Malang dinilai masih belum memiliki komitmen dalam mengelola arsip. Pasalnya hingga saat ini pengelolaan kearsipan Kota Malang belum tersistem dan terintegrasi dalam satu bank data besar.

Hanya saja hal ini nampaknya pelan-pelan mulai diperbaiki. Pasalnya terdapat investor asal Korea Selatan melirik proses pengelolaan arsip di Kota Malang.

Anggaran yang digelontorkan pun direncanakan senilai Rp 2,5 Triliun. Hal ini disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji, Selasa (18/2) saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Penyelamatan Arsip Vital Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Malang di Hotel Savana.

"Belum lama ini investor dari Korea datang langsung ke Kota Malang. Salah satu kawasan yang ditunjuk adalah Kecamatan Kedungkandang sebagai pusat pengelolaan big data atau Data Center," jelasnya.

Nantinya, pengelolaan akan dilakukan secara elektronik. Terpusat dan terintegrasi satu sama lain melalui jejaring digital.

"Investor sudah lihat lokasi. Karena server harus ditempatkan di lokasi dengan kelembaban tertentu, dan saat ini yang terpilih lahan di Kedungkandang," katanya.

Tawaran itu pun akan terus ditindaklanjuti. Pasalnya, pengelolaan arsip di Kota Malang selama ini masih memerlukan pembenahan. Sementara saat akan memanfaatkan sistem arsip secas digital memang membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Pemerintah daerah pun cenderung tak memiliki dana besar dalam pengelolaan berkas secara digital tersebut.

"Itu juga penting, karena selama ini berkas dipandang seolah nggak penting. Saya nyari dokumen cuti saya saja nggak nemu," tegasnya.

Jika tawaran pengelolaan big data berhasil direalisasikan, maka setiap Perangkat Daerah (PD) Kota Malang akan memiliki sandi khusus.

Setiap data yang dimiliki harus dimasukkan dalam sistem digital yang dibuat. Sehingga bisa diakses dengan mudah.

"Dan pastinya akan dibuatkan cadangan untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Karena bencana bisa saja terjadi," pungkasnya. (ica)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : ica
Uploader : MG
Penulis : ica
Fotografer : ica

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU