Penyatuan Peradi

Yayan: Langkah Strategis Selamatkan Profesi Advokat. Gunadi: Kembali ke Single Bar

  • 26-02-2020 / 20:12 WIB
  • Kategori:Malang
Yayan: Langkah Strategis Selamatkan Profesi Advokat. Gunadi: Kembali ke Single Bar KUALITAS: (dari kiri) Mantan Ketua DPC Peradi RBA Malang, Yayan Riyanto dan mantan Ketua DPC Peradi Malang, Gunadi Handoko berharap penyatuan Peradi akan mencetak advokat berkualitas.

Malangpostonline.com - Ketua Umum Peradi, Fauzie Yusuf Hasibuan, Ketua Umum Peradi Rumah Bersama Advokat (RBA), Luhut Pangaribuan dan Ketua Umum Peradi Suara Advokat Indonesia (SAI), Juniver Girsang menyepakati kesediaan untuk menyatukan kembali kepengurusan Peradi. Ini dituangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly.

Mantan Ketua DPC Peradi RBA Malang, Yayan Riyanto, SH, MH mengaku ini sebuah langkah strategis dari ketua umum  ketiga kubu Peradi untuk menyelamatkan  profesi advokat dan mewujudkan kejayaan advokat Indonesia. "Akhir-akhir ini, banyak bermunculan organisasi advokat justru menjadi pabrik untuk mencetak advokat-advokat baru, yang hanya mengedepankan kuantitas, bukan kualitas. Bahkan dengan syarat yang sangat mudah," kata ketua DPC periode tahun 2015 hingga 2019 tersebut.

"Untuk anggota, tentunya kita akan menunggu surat dari Ketua Umum yg ditujukan kepada ketua DPC di daerah. Pastinya, semua anggota dari masing-masing kubu harus bisa diterima dengan baik apabila bersatu," lanjut Ketua Dewan Pembina LBH Prodeo Ismaya Indonesia itu. Menurut dia, sudah waktunya Undang-Undang Advokat  sebagai payung hukum profesi advokat dipatuhi dan dilaksanakan dengan benar. "Semoga kedepan, profesi advokat menjadi lebih baik lagi," tegas dia.

Yayan, sapaan akrabnya tidak menampik bila Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Profesi Advokat (UPA) akan dikelola atau dikerjakan oleh pengurus-pengurus yang baru akan dibentuk setelah Musyawarah Nasional (Munas) bersama tiga kubu Peradi. "Setelah Munas bersama, tentunya daerah akan mengikuti dengan mengadakan Musyawarah Cabang (Muscab) bersama," tutupnya. 

Mantan Ketua DPC Peradi Malang, Gunadi Handoko, SH, MM, M.Hum, CLA juga menegaskan, penyatuan Peradi adalah momen yang sangat ditunggu kalangan advokat Peradi agar kembali ke single bar. "Supaya ada standar dalam kelulusan dan kode etik. Saat ini sudah ada 30 lebih organisasi advokat dan tidak ada standar sehingga tidak terjamin kualitas advokat, sehingga akan merugikan masyarakat pencari keadilan," paparnya. Ia mengatakan ada delapan kewenangan yang diberikan Undang-Undang kepada organisasi advokat. 

"Frasa organisasi advokat telah dimanipulasi oleh berbagai pihak. Hal ini memungkinkan munculnya berbagai organisasi advokat yang mengklaim seolah-olah sah dan berwenang menjalankan organisasi advokat sesuai UU Advokat. Seperti menyelenggarakan pendidikan calon advokat, mengangkat advokat, permohonan pengambilan sumpah advokat, merekrut anggota, pengawasan, dan menjatuhkan sanksi etik kepada advokat. Hal ini jelas tidak benar dan tidak berdasar secara konstitusional," tegas dia. (mar)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : mar
Uploader : slatem
Penulis : marga
Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU