Kondisi Terbatas, RS Penanganan Pasien Corona di Malang Raya Butuh Donasi APD

  • 30-03-2020 / 07:04 WIB
  • Kategori:Malang, Kabupaten, Batu
Kondisi Terbatas, RS Penanganan Pasien Corona di Malang Raya Butuh Donasi APD ilustrasi. (CNN Indonesia/ist)

Malangpostonline.com - Rumah sakit rujukan penanganan pasien terpapar virus Corona di Malang Raya terpaksa putar otak terkait ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu berharap ada sumbangan dari warga.

Ketua Tim Penanganan Corona RSSA Malang, dr Didi Chandra Kusuma mengungkapkan APD di RSSA memang dalam kondisi terbatas. Karena itu melakukan sejumlah langkah penting.

Pertama kata dia, upaya jangka pendek berupa memburu APD yang bisa secepatnya digunakan para frontliner Corona di RSSA Malang. “Saat ini kami mencari alternatif, tanpa menghilangkan serta mengurangi standar APD,” jelas Didi kepada Malang Post, Minggu (29/3).

Pencarian alternatif ini masih terus dilakukan. Karena, APD merupakan perangkat penting yang harus dipakai tim medis menangani pasien positif maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Dia menegaskan, APD tetap harus standar.

Karena standar APD sangat menentukan nyawa para tenaga medis yang berada di garis depan. Ia mengatakan, tim penanganan Corona, telah mengajukan pengadaan APD kepada Pemprov Jatim yang disambungkan kepada Kementerian Kesehatan RI.

Sebagai ketua tim, dia terus memonitor kebutuhan anggotanya. Setidaknya, ada 20 dokter frontliner, serta petugas medis pendukung lainnya. Mereka bekerja setiap hari untuk menangani ODP, PDP dan positif Corona. Untuk memastikan kebutuhan APD tetap tersuplai, dr Didi tidak menolak sumbangan APD.

Tak bisa disangkal, kepedulian masyarakat Malang terhitung tinggi untuk membantu para frontliner. Sebelumnya sejumlah elemen masyarakat menyerahkan sarcovid booth untuk proses sterilisasi dari bakteri dan virus dengan disinfektan.

Dengan support masyarakat yang peduli, para tenaga medis mendapat suntikan energi positif dan optimisme untuk terus bertahan melayani pasien PDP, ODP dan positif corona. Tapi, Didi mengatakan, selain upaya pemenuhan kebutuhan APD untuk para tenaga medis, manajemen pelayanan Covid-19 juga diperketat.

Terutama, karena adanya keterbatasan APD. “Yang pertama, ada pengaturan petugas dalam manajemen pelayanan Covid-19, serta pengetatan terhadap tenaga medis, agar APD sesuai dengan indikasi dan standar,” pungkasnya.

 

Bikin Petugas Cemas

Petugas medis di RSUD Kanjuruhan was-was akibat kekurangan APD. Plt Direktur RSUD Kanjuruhan, dr Dian Suprodjo Sp THT mengatakan kebutuhan APD setiap hari 150 set. Rumah sakit milik Pemkab Malang ini selalu menyediakan untuk tiga hari ke depan.

“APD lengkap ini yaitu gaun penutup tubuh (coverall), nurse cup, masker N95, face shield, handscon panjang dan sepatu boot. Kami terus mencukupi, dengan selalu mencari,’’ katanya. Dia mengaku, penggunaan APD merupakan hal yang wajib bagi tenaga medis, terutama dalam menangani pasien Covid -19. “APD ini digunakan untuk mencegah penularan. Makanya saat APD kami menipis, kami langsung menghubungi relasi juga Dinas Kesehatan Kabupaten Malang,’’ tambahnya.

Dian tak menampik jika pekan lalu mendapatkan bantuan APD dari pusat. Namun demikian dia mengaku bantuan itu saja tidak cukup, hingga satu pekan depan. Terlebih jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP)  maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus mengalami peningkatan.

“Selain APD kami juga memberikan multivitamin bagi petugas yang berada di garda depan. Tidak hanya dokter, tapi juga perawat sampai ke petugas kebersihan, juga petugas yang mengelola sampah, kami berikan multivitamin agar kondisi tubuh mereka tetap sehat,’’ ungkapnya.

 

Butuh Donasi APD

Rumah Sakit Karsa Husada Kota Batu sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 juga butuh APD. Direktur RSU Karsa Husada, dr.Tries Anggraini M.Kes mengatakan pihaknya sudah menyiapkan ruangan isolasi dan ruang rawat inap. Total ada 14 ruang dengan dua kamar isolasi.

Tapi ketersediaan APD menjadi persoalan tersendiri. "Kami seperti di RS lain juga mengalami kesulitan penyediaan APD. Sehingga kami ini agak pontang-panting nyari. Pesan sampai sekarang belum datang dan juga ketersediaan masker. Karena itu kami mengharap masyarakat agar tidak menimbun atau mencari keuntungan," bebernya.

Kekurangan APD di antaranya masker bedah disposable sekitar 200 box dan masker N95 500 box. Kemudian untuk coverall jumpsuit atau hazmat dibutuhkan 150 buah. Untuk coverall yang dibutuhkan meliputi sepatu boot, kemudian face sield, dan handscoon. (fin/ira/eri/van)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

 

 

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU