Screening Masuk Malang Diberlakukan, Ada Ruang Isolasi Untuk ODP

  • 01-04-2020 / 15:37 WIB
  • Kategori:Malang
Screening Masuk Malang Diberlakukan, Ada Ruang Isolasi Untuk ODP

Malangpostonline.com - Pemeriksaan terhadap semua warga yang datang ke Kota Malang dan Kabupaten Malang mulai diterapkan, Selasa (31/3). Semua pelintas wilayah wajib screening di sejumlah posko yang sudah didirikan di berbagai kawasan. Warga yang datang dan pergi wajib melewati serangkaian pengecekan kesehatan hingga tunjukkan identitas diri.

Posko-posko screening yang didirikan di berbagai kawasan itu fungsinya untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Di Kota Malang, posko screening didirikan di berbagai pintu masuk Kota Pendidikan ini. Di antaranya stasiun kereta api (KA), terminal bus hingga bekerja sama dengan Pemkab Malang untuk siaga di Bandara Abd Saleh.

Salah satu contohnya di Stasiun KA Kotabaru, kemarin. Penumpang yang naik turun kereta wajib diperiksa. Mulai dari pemeriksaan menggunakan thermal gun hingga penyemprotan disinfektan. Personel polisi, TNI, tenaga kesehatan dan berbagai elemen terkait siaga di posko tersebut. 

Kapolresta Malang Kota (Makota), Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan, selain pemeriksaan kesehatan, polisi akan memeriksa tujuan dan identitas warga yang masuk maupun keluar wilayah. "Cek dari mana dan mau kemana. Setelah itu, kami beri blanko,” jelasnya.

Lebih lanjut Leo menjelaskan, pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi bagi warga yang sudah melakukan mudik lebih dulu sehingga memudahkan pengawasan. "Maka dari itu kami lakukan pemeriksaan, utamanya warga Kota Malang yang berasal dari luar kota," imbuh mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengatakan larangan warga Kota Malang bekerja di daerah zona merah tidaklah seketat yang dibayangkan. Imbauan ini secara teknis ditujukan kepada perangkat wilayah. Yakni camat dan lurah.

Tujuannya  untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyebaran virus Corona dengan cara mengawasi pergerakan masuk dan keluar warga. Hal ini ditegaskan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji melalui Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto, kemarin.

Teknisnya mulai sejak surat tersebut ditetapkan, Senin (30/3) lalu, maka perangkat wilayah akan memulai pendataan warganya. Warga yang masuk dan keluar wilayah Kota Malang dalam jangka waktu satu bulan terakhir didata.

“Ini dilakukan untuk mempermudah upaya Satgas Covid-19 melakukan tracing. Sehingga ODR  (Orang Dalam Risiko) dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) terus didapat data ter-update menyeluruh,” tegas Nur Widianto.

Ia menjelaskan perangkat wilayah akan melaporkan data tersebut setiap hari, mingguan hingga bulanan. Jika ada yang memang mencurigakan, terlebih warga mengalami gejala terpapar virus Corona maka protap sesuai surat imbauan akan dijalankan.Yakni melakukan isolasi diri selama 14 hari di rumah sendiri. Sambil kemudian didata dan diawasi perangkat wilayah.

Selanjutnya akan difasilitasi untuk periksa ke puskesmas. Jika memang dalam jangka waktu 14 hari tampak kesehatan membaik maka akan diawasi saja. Sedangkan kalau terdapat gangguan kesehatan maka protap selanjutnya akan dilaksanakan, meningkatkan status ke ODP. 

Bagi warga Kota Malang yang misalnya bekerja di daerah luar kota seperti Kabupaten Malang tetap bekerja seperti biasa tanpa ada halangan. Hanya saja jika orang tersebut mengalami gejala Covid-19 maka diminta agar tetapi mengisolasikan dirinya selama 14 hari.  Terlebih jika bekerja di kawasan zona merah Covid-19. 

Untuk diketahui tiga daerah di Malang Raya ditetapkan sebagai zona merah. Sebab di masing-masing daerah terdapat kasus positif terpapar Corona.

Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan pihaknya bekerjasama dengan TNI serta Pemkab Malang telah menyiapkan posko terpadu bersama. Posko ini sudah ada dan mulai berfungsi Selasa (31/3) kemarin. Yakni di setiap pintu masuk Kabupaten Malang, seperti terminal bus, stasiun kereta api serta Bandara Abd Saleh.

Selain ada anggota Polri, juga ada personel TNI, Dishub, Disnaker dan petugas karantina yang berjaga. Disiapkan juga ruang isolasi.  “Petugas yang ada di posko akan melakukan screening terhadap pendatang. Selain dicek identitas, juga suhu badannya. Kalau suhu badannya di atas normal akan dibawa ke ruang isolasi. Selama di ruang isolasi masuk dalam ODP, maka akan dibawa ke ruang isolasi yang sudah disiapkan Pemkab Malang, seperti Stadion Kanjuruhan atau Rusunawa,” beber Hendri.

Polres Malang juga membuat kawasan physical distancing di masing-masing kecamatan. Kawasan tersebut benar-benar dibatasi. Pengawasannya pun ketat. “Tujuannya hanya satu, yakni mencegah masyarakat supaya tidak keluar rumah untuk kepentingan yang tidak penting,” tandasnya. (tea/ica/agp /van)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU