Rapid Test Dimulai, Nakes Jadi Prioritas

  • 03-04-2020 / 18:54 WIB
  • Kategori:Malang
Rapid Test Dimulai, Nakes Jadi Prioritas ilustrasi. (CNN Indonesia/ist)

Malangpostonline.com - Bantuan alat Rapid Test sebanyak 420 perangkat sudah mulai didistribusikan dan digunakan. Seperti diketahui sebelumnya Rapid Test tidak diperuntukan bagi masyrakat secara luas akan tetapi diprioritaskan sementara untuk beberapa kategori kelompok masyrakat yang membutuhkan.

Utamanya pada tenaga-tenaga kesehatan yang bertugas menangani COVID-19 di Kota Malang. Sejak beberapa hari lalu alat Rapid Test didistribusikan ke rumah sakit rujukan dan juga ke puskesmas-puskesmas Kota Malang.

Hal ini disampaikan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji saat dikonfirmasi Jumat (3/4). Ia menjelaskan Rapid Test di Kota Malang diprioritaskan untuk beberapa golongan. Yakni, tenaga kesehatan, petugas pelacak atau tracing, dan orang dengan resiko (ODR).

Bantuan dari Provinsi Jawa Timur tersebut dikatakannya sudah dilakukan untuk petugas medis di layanan kesehatan (Yankes) di Kota Malang.

"Rapid test kan sudah, langsung. Jadi orang yang pantas kena atau enggak (golongan prioritas) dilakukan rapid test itu. Itu (bantuan dari provinsi) dilakukan untuk puskesmas-puskesmas dulu," jelasnya.

Jumlah tersebut memang diakui masih cukup terbatas. Karenanya, untuk ke depannya masih akan dilakukan kajian apakah akan dilakukan penambahan alat secara mandiri untuk melakukan tes cepat Covid-19 di Kota Malang.

Ia menambahkan untuk sementara ini pihaknya masih menggunakan bantuan dari provinsi untuk alat rapid test ini.

“Kita belum tahu nanti mengadakan secara mandiri atau tidak. Ini kan alat untuk mengukur orang ini imunnya gimana, yang ngerti SOP-nya dari paramedis langsung ya," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, melalui rapid test tersebut nantinya reaksi dari kekebalan tubuh seseorang akan terlihat. Apakah ditemukan bakteri, atau tidak.

Namun, belum menentukan bakteri yang terkandung merupakan pembawa virus Corona atau Covid-19. Ia menjekaskan Rapid Test dilakukan rapid test selama 15 menit atau 12 menit, darah yang diambil nanti langsung diketahui.

“Bagaimana orang ini imunnya, ketika tidak ada pergerakan/ reaksi imun berarti tidak ada virus,” tegasnya,

Hingga saat ini hasil tes masih dikumpulkan karena rapid test masih dilakukan menyeluruh pada nakes yang disasar. (ica)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : ica
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU