Pos Pantau Pintu Masuk Kota Malang Diperketat, Pemkot Siapkan Rumah Isolasi

  • 07-04-2020 / 05:25 WIB
  • Kategori:Malang
Pos Pantau Pintu Masuk Kota Malang Diperketat, Pemkot Siapkan Rumah Isolasi PANTAU: Wali Kota Malang Sutiaji memantau pos-pos pantau Mudik dan Covid-19 di terminal-terminal, batas kota hingga Stasiun Kotabaru Malang.

Malangpostonline.com – Pemerintah Kota Malang melakukan pengetatan keluar masuk orang yang datang dari luar Kota Malang di berbagai pintu masuk. Pos pantau sudah didirikan di terminal-terminal, stasiun dan juga pintu masuk Kota Malang di perbatasan wilayah. Senin (6/4) kemarin, Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko meninjau pos pantau mudik dan Covid-19 itu.

Menurut Sutiaji, arus kendaraan dari luar kota yang datang ke Kota Malang masih dapat dikendalikan, tidak terpantau padat. Walaupun diprediksi mendekati masa lebaran akan meningkat.

“Kami akan lebih disiplin lagi, utamanya orang dari luar, baik yang menggunaka mobil pribadi maupun kendaraan atau transportasi umum. Cek satu persatu suhunya kalau lebih 38 derajat sesuai protap Dinkes (Dinas Kesehatan) akan direkomendasikan periksa ke Puskesmas terdekat,” kata Sutiaji.

Hanya saja dari pemantauan di Terminal Landungsari, Terminal Arjosari, Pos Pantau Balearjosari (batas kota), dan Stasiun Kotabaru Malang, tidak ada yang sampai mendapatkan rekomendasi isolasi mandiri. Hanya direkomendasikan memeriksakan diri ke puskesmas saja.

Sutiaji menegaskan di masa-masa dekat dengan masa puasa hingga lebaran pos pantau akan lebih berkerja keras. Melakukan “filter” orang yang masuk ke Kota Malang.

“Kalau hanya jalan-jalan atau main saja kami akan suruh kembali saja. Tapi kalau dia memang orang Malang yang kembali kami akan data. Sampai RT/RW nanti akan dilanjutkan tindakan pemantauan di satgas wilayah kelurahan,” jelas Sutiaji.

Dari pemantauan di pos pantau kemarin, Sutiaji mendapatkan ada 7 orang warga yang hendak masuk kawasan Kota Malang terdeteksi dengan suhu badan tinggi 38 derajat. Beberapa diantaranya ditemukan di Pos Pantau Batas Kota Balearjosari dan Terminal Arjosari. Sutiaji menjelaskan mereka yang diketahui bersuhu tubuh tinggi terdeteksi saat pemeriksaan dengan Thermal Gun di pos pantau.

“Tapi memang semuanya baik keadaannya. Makanya tadi kita suruh istirahat 15 menit di pos pantau sambil didata,” tegas Sutiaji.

Diketahui warga yang terdeteksi bersuhu tubuh tinggi ini datang dari luar kota seperti Surabaya, Gresik, Jember dan beberapa kota dalam lingkup Jawa Timur. Mereka yang datang dari daerah Zona Merah akan benar-benar dipantau di pos tersebut.

Untuk saat ini, akan dirumuskan lebih dalam pada skema Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) yang rencananya masih akan diajukan ke Provinsi Jawa Timur. Pemantauan ketat di pos pantau yang disiapkan merupakan salah satu bagian skema PSBB Kota Malang.

Sutiaji menambahkan rumah isolasi akan segera disiapkan untuk menyambut datangnya arus pemudik di masa lebaran. Mereka yang terdeteksi sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) akan ditempatkan disana.

“Khususnya nanti akan lebih mengatur mobilitas warga keluar, dan terutama yang masuk ke Kota Malang,” pungkasnya. (ica/aim)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : MP
Fotografer : MP

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU