Sutiaji Terisak Menahan Tangis di Rapat Paripurna LKPJ

  • 09-04-2020 / 15:03 WIB
  • Kategori:Malang
Sutiaji Terisak Menahan Tangis di Rapat Paripurna LKPJ Suasana Rapat Paripruna DPRD Kota Malang agenda Penyampaian LKPJ oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (9/4).

Malangpostonline.com - Wali Kota Malang Sutiaji cukup emosional saat menyampaikan sambutannya dalam Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Malang tahun anggaran 2019, Kamis (9/4) yang dilakukan dengan video conference.

Di sela rapat penyampaian LKPJ, suaranya sempat  terbata-bata menahan isak tangis karena duka mendalam terkait wabah virus Corona yang terjadi di Kota Malang. Termasuk kondisi para dokter dan tim medis yang harus berjibaku menangani pasien Covid-19. Ada dokter yang sudah positif dan ada juga yang meninggal.

“Sekarang hanya satu kata, kebersamaan. Saat ini saatnya kita secara bersama bergandeng tangan memerangi virus corona yang jadi wabah di dunia. Mengancam integritas kita sebagai bangsa,” ucap Sutiaji dengan suara terbata-bata dalam rapat paripurna itu.

Rapat dengan metode Vidcon ini digunakan Sutiaji juga untuk menjelaskan kondisi pandemi Covid-19 di Kota Malang. Kondisi saat ini menurutnya sangat mengkhawatirkan. Dengan nada suara yang lirih ia melanjutkan untuk memberikan apresiasinya utamanya kepada DPRD Kota Malang. Pemberian masukan selama masa darurat Covid-19 Kota Malang sangat berarti dan bermanfaat.

“Masukan pada kami demi mengakselerasi dan mendahulukan mana saja yang harus dilakukan sangat membantu. Kita memang tidak boleh menunggu lama karena nyawa masyarakat menjadi ancaman. Maka kita harus tegas, apalagi masyarakat sudah menjerit dengan kondisi saat ini,"ungkapnya sambil terisak.

Dalam penyampaian LKPJ nya di tahun 2019 ini memang tidak banyak dijelaskan terinci mengenai capaian kinerja. Sutiaji lebih banyak menjelaskan situasi daruat COVID-19 dan bagaiamana ekskutif dan legislatif dapat terus berjalan bersama dengan sinergis.

Saat ditemui Malang Post usai penyampaian LKPJ dalam paripurna, Sutiaji sempat menyampaikan bagaiamana eksekutif dan legislatif dalam satu bulan terakhir mengorbankan waktu dan tenaga lebih untuk penanganan Covid-19. Dia selama 20 hari turun ke lapangan untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya Covid-19.

“Kita berjalan bergandengan 24 jam. Mengesampingkan keluarga agar semua, warga Kota Malang merasa aman. Nakes (tenaga kesehatan) sudah mengeluh untuk APD (Alat Perlindungan Diri), masyarakat juga jangan sampai khawatir,” tegas Sutiaji.(ica/aim)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : aim
Uploader : slatem
Penulis : ica
Fotografer : ica

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU