'Fenomena Generasi Menunduk'

  • 22-11-2019 / 19:03 WIB
  • Kategori:Opini
'Fenomena Generasi Menunduk'

‘Kecanduan’, mungkin inilah kata yang tepat untuk mengambarkan Generasi Millenial, Generasi Y, dan Generasi Z terhadap gawai canggih dan jaringan-jaringan dunia tak terbatas. Perkembangan teknologi yang tak dapat dipungkiri, kini telah merubah dunia, budaya maupun generasinya. Handphone yang canggih, dan internet yang lancar menjadi benda paling istimewa yang harus dibawa kemana ketika bepergian. Generasi-generasi menunduk ini selalu kita jumpai dimana pun, mereka begitu asik berselancar didunia maya lewat ponsel canggih dalam genggamannya tak khayal, ini membuat mereka tidak memperdulikan keadaan disekitarnya.

Teknologi membawa kita pada peradabaan yang tak mengenal Batasan-batasan. Namun, teknologi pun bisa membawa kita pada dampak negatif yang terus menghantui saat kita menyalahgunakannya. Dampak ini bisa berupa penyakit psikis seperti nomophobia(no mobile phone phobia), atau kejahatan dunia maya cyber crime dan masih banyak lagi. Sebuah organisasi penelitian yang berbasis di Inggris melakukan penelitian untuk mengevaluasi kemungkinan gangguan kecemasaan yang terjadi karena terlalu sering menggunakan ponsel, studi ini menemukan bahwa hampir 53% individu yang menggunakan ponsel, Berpura-pura khawatir ketika mereka “kehilangan ponsel mereka, kehabisan baterai atau kredit, dan tidak memiliki jangkauan jaringan”. Studi ini juga mengungkapkan bahwa sekitar 58% pria dan 47% wanita menderita kecemasan ponsel, dan 9% merasa tegang ketika ponsel mereka dimatikan. Studi membandingkan tingkatan stress atau kecemasan yang diakibatkan nomophobia ini setara dengan seperti “kegelisahan di hari pernikahana” (journal of family medicine and primary care).

Fenomena tentang Generasi Menunduk selalu tampak dalam kehidupan sosial, mereka layaknya mempunyai dua dunia yakni dunia maya dan dunia nyata. Mereka akan rela untuk menghabiskan sebagian waktu produktifnya, dengan menyibukkan diri untuk bermain ‘gadget’. Hampir disetiap aktivitas mereka selalu tidak pernah bisa untuk terlepas dari gadgetnya. Kita tidak akan pernah bisa menghidari fenomena tersebut, Budaya bertegur sapa ditempat umum kini menjadi hal yang asing untuk dilakukan. Saat waktu berkumpul dengan teman ataupun kerabat bukannya menikmat waktu untuk bercengkraman, tapi malah menunduk menatap gadgetnya. Sering sekali kita tidak bisa menepatkan waktu quality time saat sudah memainkan gadget.

Teknologi yang canggih memang mempermudahkan kita dalam banyak hal. Tapi disisi lain, teknologi juga bisa memperbudak kita menjadi orang yang anti sosial. Permasalahan Generasi Menunduk ialah pada saat fenomena tersebut menimbulkan efek ketidakpedulian sosial, bagi Generasi Millenial, Y, dan Z. hal ini sebabkan karena berkurangnya intensitas komunikasi secara langsung, yang tentunya berkualitas untuk membangun jiwa sosial pada generasi di masa depan. Akibatnya keakraban dan keharmonisan kini hanya Sebatas apa yang terlihat di dunia maya.

Saat kita sedang asik menatap ponsel pintar digenggaman kita, pernahkan terpikir bahwa banyak hal yang sudah terlewatkan karena kita terlalu asik dengan gadget. Seperti memperioritaskan kehidupan sosial Bersama orang lain disekitar kita?, atau memperioritaskan belajar ketimbang sibuk mengecek Instagram, facebook, dan lainnya. Nyatanya kita benar-benar dibuat candu untuk tetap berselancar di dunia maya, sehingga terus-menerus dibuat bergantung pada gadget. Budaya seperti ini jauh dari kata moral sosial jati diri bangsa Indonesia, budaya seperti ini layaknya harus dihentikan. Karena jika tidak, para penerus bangsa akan terlahir menjadi generasi menunduk. Para makhluk sosial yang kesehariannya hanya diisi dengan aktivitas dunia maya yang tak selalu berdampak baik menjadikan kita sebagai generasi yang kurang ber-empati, bahkan apatis.

Teknologi telah menjadikan kita banyak mengetahui segala sesuatu, dan teknologi pula yang menjadikan kita korban dari perkembangannya. Peradaban serta pola tingkah laku Manusia seakan berubah sangat drastis, kita pun tak bisa memungkiri bahwa kita membutuhkan teknologi untuk ikut dalam perkembangan zaman. Tetapi, seperti kata pepatah ‘bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik’ benar adanya. Jadi jangan biarkan diri kita dan generasi di masa depan luput untuk merasakan keadaan sosial yang seharusnya lebih mengajarkan kita tentang arti kehidupan, ketimbang gadget dengan segala kecanggihannya. Kita seharusnya bisa dewasa dalam menanggapi perkembangan teknologi, jangan biarkan diri kita dikuasai oleh teknologi, tapi kita sebagai manusia dengan akal dan fikiran yang cerdaslah yang seharusnya menguasai teknologi.(*/Malangpostonline.com)

Editor : ist
Uploader : slatem
Penulis : ist
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU