Refleksi Hari Jadi Kabupaten Malang

  • 27-11-2019 / 21:19 WIB
  • Kategori:Opini
Refleksi Hari Jadi Kabupaten Malang

Oleh Nurul Kurniasih, S.ST

 

“Semangat Baru, Kerja Bersama Membangun Daerah”, menjadi tagline hari jadi Kabupaten Malang ke-1259, yang diperingati tanggal 28 Nopember 2019. Momentum hari jadi ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk refleksi capaian pembangunan oleh pemerintah. Apakah pada usia yang sudah lebih dari 10 abad ini capaian pembangunan di segala bidang bisa dikatakan optimal dalam menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Kabupaten Malang merupakan suatu wilayah yang dianugerahi Tuhan sumber daya alam yang luar biasa indah dan kaya. Berada di bagian tengah selatan wilayah provinsi Jawa Timur, Kabupaten Malang merupakan wilayah terluas kedua di provinsi ini dengan luas sekitar 2.977,05 km2.

Wilayah Kabupaten Malang begitu eksotis dan beragam, dari pantai indah yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, dataran rendah, dan juga hamparan gunung yang berdiri kokoh hamper mengelilingi wilayah kabupaten ini. Sebut saja, Gunung Semeru, Gunung Bromo, Gunung Kawi, Gunung Kelud, Gunung Welirang, dan Gunung Arjuno. Posisi strategis yang membuat kabupaten Malang memiliki potensi luar biasa di segala bidang.

Sayangnya, dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, secara ekonomi, Kabupaten Malang belum besar peranannya di provinsi Jawa Timur. Menurut hasil penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), peranan PDRB Kabupaten Malang hanya sebesar 4,36 persen terhadap PDRB Provinsi Jawa Timur.

Kabupaten Malang berada pada urutan ke-6 setelah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Gresik, dan Kota Kediri. Meskipun begitu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang tahun 2018 tergolong bagus karena mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 yaitu dari 5,43 persen menjadi 5,56 persen.

Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada kategori Penyediaan Akomodasi & Makan Minum yaitu sebesar 8,82 persen. Hal ini menggambarkan bahwa pada tahun ini dunia pariwisata di Kabupaten Malang sedang menggeliat, kunjungan wisata meningkat sehingga tingkat hunian akomodasi juga semakin tinggi, begitu juga dengan penyediaan makan minum.

Dengan bentang alam yang indah, seharusnya pemerintah Kabupaten Malang terus menggarap potensi wisatanya dengan lebih serius lagi. Misi pembangunan 2016-2021 yang beorientasi pedesaan dan ingin mewujudkan Kabupaten Malang sebagai wilayah wisata dan agrokompleks seharusnya cukup menjadi dasar untuk melaju cepat dalam pembangunan bidang pariwisata.

Pariwisata  memiliki multiplier effect yang bagus terhadap perekonomian suatu wilayah. Dengan konsep agrowisata, bukan hanya kategori Penyediaan Akomodasi & Makan Minum yang diuntungkan, tapi juga Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dapat ditingkatkan peranannya dalam perekonomian Kabupaten Malang.

Namun demikian, apabila dilihat dari data, apa yang terjadi sekarang masih menjadi ironi. Meskipun pemerintah memiliki misi pembangunan berorientasi pedesaan dan membangun wisata & agrokompleks, tapi peranan kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dalam PDRB Kabupaten Malang terus menurun dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2014 peranan kategori ini mencapai 18,15 persen. Angka tersebut terus menurun hingga mencapai angka 16,83 persen pada tahun 2017 dan melorot lagi menjadi 15,60 persen pada tahun 2018. Meskipun lahan pertanian berkurang dan kenaikan harga komoditas pertanian cenderung lambat, dengan fokus pembangunan agrowisata seharusnya komoditas-komoditas pertanian bisa dipasarkan dalam kemasan wisata sehingga peranannya dalam perekonomian bisa kembali meningkat.

Tebu, kopi, apel, jeruk, salak, kelengkeng, nangka, pisang, ubi Gunung Kawi, sayur mayur, buah naga, bunga krisan yang merupakan komoditas pertanian unggulan Kabupaten Malang seharusnya bisa dipasarkan dengan lebih kreatif dengan label agrowisata sehingga produksinya pun akan melesat dan kesejahteraan petani bisa meningkat.

Pembangunan di bidang pariwisata juga akan menambah tingkat kesempatan kerja. Baik di bidang itu sendiri, jasa akomodasi dan makan minum, pertanian, perdagangan, industri, transportasi dan bidang usaha lainnya. Sehingga harapan untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan akan menjadi kenyataan.

Masih menurut data BPS, pada tahun 2018 pengangguran di Kabupaten Malang ada sebanyak 45.299 orang atau sebesar 3,24 persen dari total angkatan kerjanya. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 4,60 persen. Turunnya tingkat pengangguran berbanding lurus dengan tingkat kemiskinan. Tahun 2018 tingkat kemiskinan di Kabupaten Malang juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2017, yaitu dari 11,04 persen menjadi 10,37 persen.

Menelisik lebih jauh, pengangguran di Kabupaten Malang ternyata didominasi oleh penduduk dengan pendidikan tertinggi Sekolah Dasar (SD) yaitu sebesar 26,69 persen. Dengan bekal pendidikan yang tergolong rendah membuat banyak penduduk yang kurang bisa bersaing untuk mendapatkan pekerjaan ataupun memulai usaha baru.

Oleh karena itu, akses untuk mendapatkan pendidikan lebih tinggi harus lebih ditingkatkan lagi, baik dalam hal kemudahan mengakses fasilitas pendidikan maupun akses secara biaya. Karena pendidikan merupakan investasi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan turut membangun Kabupaten Malang menjadi lebih maju.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih ada di angka 69,40 atau tergolong kategori sedang harus menjadi prioritas dalam pembangunan. Peningkatan IPM juga menjadi salah satu misi pembangunan pemerintah Kabupaten Malang tahun 2016-2021.

Hasilnya mulai terlihat dengan adanya peningkatan angka IPM sebesar 1,34 persen dibandingkan tahun 2017 yang masih di angka 68,47. Pemerintah masih harus bekerja keras lagi untuk meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan dan juga ekonomi agar angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita penduduk sebagai komponen penyusun IPM bisa meningkat nilainya, karena nilai IPM Kabupaten Malang masih berada di urutan ke-24 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, maka diharapkan akan bisa mengolah anugerah sumber daya alam yang terbentang di sepanjang wilayah Kabupaten Malang menjadi kekuatan ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga bumi Kanjuruhan.

Terlihatdari data BPS tersebut, bahwa pembangunan di segala bidang di Kabupaten Malang belum dapat dikatakan optimal. Selain belum optimalnya kinerja “Misi pembangunan 2016-2021 yang beorientasi pedesaan dan ingin mewujudkan Kabupaten Malang sebagai wilayah wisata dan agrokompleks”, angka pengangguran yang cukup tinggi, dan capaian IPM Kabupaten Malang yang masih berada di urutan ke-24 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur tentu harus menjadi perhatian pemerintah.

Dengan “Semangat Baru, Kerja Bersama Membangun Daerah” sebagai tagline hari jadi Kabupaten Malang ke-1259, semoga Pemerintah Kabupaten Malang dapat lebih bersemangat dalam mewujudkan visi Kabupaten Malang "Terwujudnya Kabupaten Malang yang MADEP MANTEB MANETEP". (*/Malangpostonline.com)

Editor : oci
Uploader : slatem
Penulis : ist
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU