RESOLUSI 2020

  • 27-12-2019 / 22:24 WIB
  • Kategori:Opini
RESOLUSI 2020

Oleh: Sugeng Winarno

Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMM

 

Kesempatan akhir tahun biasa digunakan sejumlah orang untuk membuat resolusi. Resolusi yang disusun bisa menjadi harapan sekaligus semacam janji untuk melakukan beberapa hal baru. Tak semua rencana yang dirumuskan dalam resolusi bisa berhasil dengan baik. Tak jarang target meleset bahkan gagal total.

Membuat resolusi memang tak gampang. Menyusun rencana perlu realistis, bukan utopis. Menutup akhir tahun ini dengan menyusun sejumlah resolusi tahun 2020 bisa jadi spirit yang baik guna sukses menapaki tahun depan.

Tak semua orang suka membuat resolusi. Namun tak jarang orang menyusun resolusi untuk kendali diri. Resolusi dibuat sebagai target yang harus dicapai. Konsistensi untuk mencapai target yang telah dirumuskan memang bukan perkara mudah.

Membuat resolusi yang realitis dengan mengikuti situasi dan perkembangan terkini bisa jadi resep agar resolusi tercapai. Membuat resolusi itu perlu menyesuaikan dengan kemampuan dan kesanggupan diri. Resolusi itu idealnya menginjak bumi, bukan di awang-awang yang tak jelas bakal bisa terbukti.

Resolusi bisa saja dibuat oleh pribadi-pribadi. Resolusi juga mungkin dibuat oleh organisasi atau institusi. Resolusi itu sebuah perencanaan yang bakal dikejar dan diraih. Membuat dan menjalankan resolusi perlu strategi jitu. Tak bisa hanya dirumuskan dan ditulis semata tanpa ada niat yang kukuh untuk merealisasikannya.

Kalau resolusi pada akhirnya tak ada yang tercapai, maka resolusi itu tak punya arti. Kalau demikian, resolusi tak ubahnya khayalan belaka yang tak punya implikasi nyata bagi pembuatnya.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat resolusi di tahun 2020 adalah dengan memperhitungkan kehadiran teknologi informasi dan komunikasi. Munculnya internet, media sosial, dan beragam derivasi teknologi baru dari internet telah merubah banyak hal.

Urusan pekerjaan, bisnis, pendidikan, dan aneka rupa kehidupan ke depan semakin banyak campur tangan teknologi. Fenomena kehadiran teknologi yang mendominasi banyak sektor kehidupan menuntut semua orang menyesuaikan diri.

 

Pemutakhiran Kecakapan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi diprediksi sejumlah pihak bakal semakin canggih di tahun 2020. Aplikasi penggunaan teknologi akan merambah ke segala sektor kehidupan manusia. Sejak munculnya Internet of Things (IoT), Cloud of Things (CoT), Big Data, super apps, Artificial Intelligence (AI), dan broadband network telah merubah banyak hal. Situasi ini menuntut setiap orang meng-upgrade kemampuannya. Tanpa menyadari hal ini dan segera berupaya menyesuaikan diri, maka siapa saja akan tergilas oleh zaman. 

Iwan Pranoto dalam tulisannya di Harian Kompas (23/12/2019) yang berjudul “Pemutakhiran Manusia” menyatakan bahwa seperti halnya aplikasi di ponsel yang secara periodik harus di upgrade, manusia juga harus memutakhirkan kemampuannya. Iwan menyebut, karena usikan teknologi yang semakin deras telah merubah relevansi kecakapan manusia. Untuk itu, dunia pendidikan tak boleh duduk diam di sudut arena. Pendidikan harus memimpin dalam merumuskan pemutakhiran kecakapan (kompetensi) SDM.

Saat ini tak sedikit pekerjaan yang semula hanya bisa dikerjakan oleh tenaga manusia kini telah digantikan oleh robot. Dalam kaitan ini, menggunakan tenaga manusia dipandang tak lagi efektif dan efisien.

Sejumlah sektor pekerjaan menuntut kecepatan dan tingkat produktifitas yang tinggi. Robot bisa menggantikan peran manusia dan terbukti lebih unggul. Wacana mengganti ASN eselon III dan IV dengan robot merupakan contoh bahwa sejumlah pekerjaan manusia, terutama yang sifatnya rutinitas bakal tergantikan oleh robot.

Tahun 2020 penetrasi internet di segala sektor kehidupan semakin tak terbendung. Saat ini munculnya beragam layanan jual beli barang dan jasa telah melaju secara online. Sejumlah bidang lain bisa dipastikan juga akan running online.

Di sejumlah negara maju, penggunaan drone misalnya, tak hanya digunakan untuk kegiatan pemotretan, perekaman video, pemetaan wilayah saja, namun drone telah digunakan untuk pengiriman barang, penanganan medis di lokasi kecelakaan, dan banyak aktivitas lain.

Ke depan, peran manusia telah tergantikan drone, terpinggirkan oleh teknologi AI, robot, cloud computer, dan segala turunan  teknologi internet yang lain. Munculnya robot AI yang bernama “Sophia” beberapa waktu silam telah menggegerkan dunia. Robot dengan teknologi AI itu bisa menyerupai manusia.

Untuk itu manusia dituntut memiliki skill terkait teknologi AI ini. Ekosistem dan kultur penggunaan AI perlu terus dibudayakan agar pemutakhiran kecakapan manusia tak akan terkalahkan robot.

 

Kemauan Berubah

Salah satu resolusi penting yang perlu dipertimbangkan di tahun 2020 adalah kemauan untuk berubah. Karena di era kemajuan teknologi ini orang hanya punya dua pilihan, berubah atau tertinggal. Kemauan untuk berubah ini tentu tak gampang karena banyak orang yang sudah merasa nyaman dengan kondisinya saat ini.

Perubahan menuntut orang keluar dari kebiasaan yang selama ini dilakukan. Perubahan juga terkadang mengandung ketidakpastian sehingga orang enggan melakukannya.

Bisa tak bisa, suka tak suka, saat ini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa teknologi telah menggantikan sejumlah peran manusia. Robot, mesin, internet, dan AI, hari ini telah mampu menggantikan kecakapan manusia, bahkan teknologi telah mampu melakukan pekerjaan manusia dengan lebih baik. Kenyataan ini menampar manusia agar segera berubah dan menyesuaikan diri. Kemauan untuk berubah dan terus belajar perlu menjadi resolusi di tahun yang baru.

Rhenald Kasali dalam sejumlah buku seri disruption-nya memaparkan dengan gamblang bahwa inilah era disrupsi (perubahan). Era disrupsi ini lahir karena munculnya teknologi yang telah merubah cara orang berkomunikasi, berbisnis, dan menjalankan sejumlah kehidupannya.

Era disrupsi ini hadir karena dukungan teknologi internet dan munculnya beragam platform media sosial. Melalui internet, cara orang memroduksi, mencari, mengonsumsi, dan memanfaatkan informasi juga telah berubah.

Semua orang bebas menyusun resolusi 2020, namun melihat situasi terkini dan kemajuan teknologi mutakhir menjadi penting dipertimbangkan. 2020 adalah tahun dimana penetrasi teknologi semakin kuat dalam beragam sektor kehidupan manusia.

Mempersiapkan diri dengan matang guna menghadapi era yang semakin canggih adalah hal penting yang harus dilakukan. Kemampuan untuk berubah dan beradaptasi menjadi kata kunci agar sukses di tahun depan.

Selamat tinggal 2019, dan selamat datang tahun 2020. Selamat menapaki tahun digital dengan kecanggihan Internet of Things, artificial intelligence, dan sejenisnya. Kewaspadaan perlu terus dijaga karena kejahatan siber juga terus mengancam. Etika juga perlu terus dijunjung karena komunikasi semakin bebas dan terbuka.

Tak sedikit orang melupakan etika ketika berkomunikasi terutama di media sosial. Menjadi orang yang melek media digital bisa jadi salah satu pilihan resolusi di tahun 2020. (*/Malangpostonline.com)

Editor : oci
Uploader : slatem
Penulis : ist
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU