Setelah Main Sepakbola, Warga Sumberpucung Tewas

  • 08-08-2019 / 18:04 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Setelah Main Sepakbola, Warga Sumberpucung Tewas

MALANG- Seorang pria asal Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang tiba-tiba tersungkur ketika bermain sepakbola di Lapangan Kawi, Desa Sumberpucung, Kabupaten Malang. Korban yang diketahui bernama Muchammad Sakdun Isnaini, 40 tersebut diketahui meninggal dunia yang diduga karena penyakit jantung yang selama ini dideritanya.

Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/8) sekitar pukul 17.30. Saat itu, pihak kepolisian dari Polsek Sumberpucung mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada orang meninggal dunia setelah bermain sepak bola. “Ketika mendapat laporan tersebut, tim kami langsung mendatangi lokasi kejadian,” terang dia. 

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 16.00, ada pertandingan sepakbola dari Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung melawan tim dari Desa Sumbermanjing Kulon Kecamatan Pagak. Saat itu, korban bertindak sebagai penjaga gawang. Setelah pertandingan berjalan kurang lebih satu jam, korban tiba-tiba terseungkur. 

“Saat itu, korban sudah berada di pinggir lapangan. Namun, ia tiba-tiba tersungkur ke depan dan kepalanya membentur tanah terlebih dahulu,” kata dia.

Mengetahui hal itu, teman-teman korban berusaha menolong dan membawa korban ke Puskesmas Sumberpucung. Namun, ketika sampai di puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. 

“Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Hanya ditemukan bekas luka dipelipis kiri, diperkirakan akibat pada saat terjatuh kepala korban membentur tanah,” jata dia.

Sementara, menurut keterangan keluarga korban, diketahui bahwa korban sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa, yakni terjatuh tanpa sebab hingga korban tidak sadarkan diri. “Namun pada saat itu korban berhasil selamat. Menurut keluarga korban, peristiwa tersebut diduga disebabkan karena korban menderita penyakit jantung,” jelas dia.

Ainun menerangkan, atas peristiwa tersebut, keluarga korban menerima dengan ikhlas dan menganggap sebagai musibah. Sebab, korban memiliki riwayat penyakit jantung. “Keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dan telah membuat surat pernyataan. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tandas dia.(tea)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU