Modus Kirim Uang 34 Ribu Dollar AS, WNA Garong Puluhan Juta Rupiah

  • 16-08-2019 / 16:14 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Modus Kirim Uang 34 Ribu Dollar AS, WNA Garong Puluhan Juta Rupiah RILIS: Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat merilis tersangka penipuan dengan tersangka WNA.

MALANGPOSTONLINE.COM - Unit I Tipidum Satreskrim Polres Malang, membekuk dua tersangka kasus penipuan yang melibatkan jaringan internasional. WNA, atas nama Ekene Ugwuanyi, 34, asal Okpala Road, Ngor Okpala Imo State Nigeria, ditangkap di Jakarta, setelah menjadi komplotan penipu dengan korban warga Jabung, Kabupaten Malang.

Ekene, ditangkap bersama pacarnya, Rina Liffriyanti, 42, warga Palembang Sumsel pada Agustus 2019. Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung didampingi Kasubbag Humas AKP Ainun Djariyah dan Kasatreskrim AKP Adrian Wimbarda, menyebut bahwa modus operandi jaringan penipuan internasional ini, berpura-pura kenalan di situs pertemanan Speaky.

“Pada Juli 2019, korban warga Jabung, berkenalan dengan seorang wanita, mengaku dokter ginekologis, asal Lenox, New York, AS, bernama Tonya Rawson. Mereka berkenalan lewat Speaky, sebelum akhirnya bertukar nomor WhatsApp dan saling chatting,” ujar Ujung kepada wartawan di Polres Malang, Jumat.

Karena nomor WA yang dipakai oleh wanita mengaku Tonya ini memang berkode dari Amerika Serikat, korban percaya ketika berbincang dengan pelaku ini. Setelah sempat berbicara iseng, akhirnya Tonya mengirimkan pesan bahwa dia mengirim uang sejumlah 34.600 dollar AS kepada korban, atau senilai 500 juta rupiah.

“Awalnya korban menolak, tapi langsung dikirim foto koper berisi uang, serta link pengiriman barang berupa koper, yang menunjukkan koper itu sudah terkirim ke Indonesia. Lalu, ada seorang wanita yang diketahui sebagai tersangka perempuan ini, mengaku agen kurir pengiriman paket, menghubungi korban,” ujar Ujung.

Pada 22 Juli, Rina mengklaim paketan saat ini sudah tiba di Indonesia. Dia juga mengirimkan link yang menunjukkan lokasi paketan itu ada di Bali. Paketan itu, dikawal oleh seorang pria mengaku agen dari Tonya Rawson, yang diketahui adalah WNA asal Nigeria Ekene. Korban diminta mengirimkan uang sebesar Rp 12 juta untuk mengurus uang cukai, asuransi dan biaya paket.

Setelah itu, korban mentransfer uang sebesar itu ke rekening Rina. Dua hari kemudian, Rina kembali menghubungi korban, dan menyebut nilai uang dalam paketan Tonya Rawson, bernilai di atas Rp 100 juta. Sehingga, harus ada sertifikat yang biayanya Rp 25 juta. Korban, kembali mentransfer uang senilai Rp 25 juta.

Dengan janji barang koper berisi uang dikirim keesokan harinya, korban menanti kiriman paket ini. Tapi, setelah ditunggu berhari-hari, paketan tak kunjung datang. Setelah itu, Rina tak bisa lagi dihubungi. Korban akhirnya sadar bahwa sudah menjadi korban penipuan. Laporan pun dibuat ke Polres Malang.

Unit I Tipidum pimpinan Iptu Roni Margas, langsung melakukan penyelidikan atas perintah Kasatreskrim. Penyelidikan, akhirnya mengarah ke Jakarta. Dua pelaku Rina dan Ekene, ditangkap dan digelandang ke Malang. Mereka ditahan dengan sejumlah barang bukti.

Antara lain, laptop, rekening koran atm, paspor, handphone, serta buku catatan. Barang bukti buku catatan, disinyalir menjadi jalan pembuka bagi penyidik, untuk mengungkap jaringan penipuan internasional ini. “Karena, di situ, ada lebih dari 50 nomor telepon, yang diduga jadi sasaran jaringan ini. Korbannya, tak hanya dari Malang, tapi juga di seluruh Indonesia. Ada pula dari Filipina, Argentina dan Thailand,” sambung Ujung.

Kapolres Malang menyebut, hasil penyelidikan sementara, ada jaringan kejahatan internasional yang mendukung modus penipuan yang memakan korban warga Jabung ini. “Ada DPO, dua orang, yang diduga berdomisili di Amerika, yang diduga menjadi Tonya Rawson itu. Kami sedang lakukan perburuan,” tandasnya.

Atas kejahatan ini, dua pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun, dan pasal UU ITE ancaman 6 tahun. (fin/Malangpostonline.com)

Editor : fin
Uploader : irawan
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU