Warga Sukun dan Batu Pedayai 20 Korban

Penipu Rekrutmen CPNS Dibekuk Polres Batu

  • 05-09-2019 / 12:02 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Penipu Rekrutmen CPNS Dibekuk Polres Batu DIAMANKAN: Dua tersangka penipuan seleksi CPNS Damako Siada (kanan) dan Moh. Kharis Slamet Waluyo (kiri) berhasil diamankan Polres Batu beserta barang bukti kejahatan, Kamis (5/9) siang.

BATU - Dua tersangka penipuan seleksi CPNS di Kota Batu berhasil ditangkap. Polres Batu. Mereka berasal dari Sukun, Kota Malang dan Areng-Areng, Kota Batu.

Tersangka yang berhasil diamankan atas nama Damako Siada (35) warga Jalan Martorejo, Areng-Areng RT 07 RW 02 Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dan Moh. Kharis Slamet Waluyo (33) asal Jalan Terusan Tanjung Putra Yudha V a/51 RT 02 RW 13 Kelurahan Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang. 

Tersangka telah melalukan penipuan kepada 20 korban dari seluruh Indonesia. Warga Kota Batu terdapat lima orang menjadi korban dua tersangka ini. 

Wakapolres Batu, Kompol Zein Mawardi mengatakan aksi penipuan yang dilakukan dua tersangka ini sejak 2014 lalu. Mereka melakukan lagi 2015, 2018, dan terakhir 2019 ini. Setiap korban dimintai uang Rp 10-30 juta.

"Penangkatapan dua tersangka penipuan setelah adanya laporan dari salah satu warga Kota Batu sebagai perantara. Korban tersebut atas nama Muhadip atau Pak Hadi yang kenal melalui pemilik bisnis kenari sejak 2014," ujar Kompol Zein kepada Malangpostonline.com siang ini.

Dia menerangkan, penangkapan tersangka 16 Agusutus 2019 karena  Hadi yang dimanfaatkan sebagai perantara harus mengembalikan kerugian uang  Rp 600 juta. 

"Karena 20 korban dari berbagai daerah ini tak berhasil lolos CPNS. Akhirnya korban meminta uang mereka kembali. Sehingga pak Hadi harus mengembalikan uang korban," paparnya. 

Ia menerangkan, uang yang dikembalikan ke para korban adalah uang pribadi milik Hadi selaku perantara yang juga ditipu tersangka. Sedangkan uang yang ditranfer ke dua tersangka tak kunjung dikembalikan ke Hadi.

"Karena cemas itulah pak Hadi mengembalikan uang korban. Namun tersangka tak mau mengganti uang yang diganti pak Hadi. Sehingga pak Hadi melaporkan dua  ke Polres Batu," terangnya. 

Selain memanfaatkan Hadi, tersangka juga mengaku sebagai orang bernama Zen, anak buah Budi Yuwoni yang bekerja di kantor Regional II BKN Sidoarjo. Itu untuk menyakinkan para korban. Bahkan tersangka juga pandai mengubah suara untuk menyakinkan korbannya dengan komunikasi melalui telepon seluler. 

Sebagai bukti kejahatan, Polisi berhasil mengamankan buku tabungan yang mengatasnamakan orang lain untuk transaksi, ATM, HP, dan dua motor matic hasil pembelian dari uang kejahatan

Akibat dari perbuatan tersangka, Damako Siada dan Moh. Kharis Slamet Waluyo dijerat dengan Pasal 378 KUHP J0. 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. 64 ayat (1) KUHP tentang penipuan. Dengan jeratan pidana maksimal empat tahun penjara. (eri/feb)

Editor : feb
Uploader : irawan
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU