Empat Mahasiswa PTS Ditangkap Karena Kasus Pengeroyokan

  • 05-09-2019 / 17:01 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Empat Mahasiswa PTS Ditangkap Karena Kasus Pengeroyokan Tiga dari empat pelaku pengeroyokan yang diamankan petugas Polsek Pakis.

MALANGPOSTONLINE.COM –Unit Reskrim Polsek Pakis menangkap empat pelaku pengeroyokan, Rabu (4/9)). Keempatnya berstatus sebagai mahasiswa PTS di Malang. Mereka ditangkap karena mengeroyok tiga warga Desa Mangliawan Kecamatan Pakis.

Keempat pelaku ini adalah Ferinandus Bili alias Feri, 23, asal Sumba Tengah, yang kos di Dusun Kedoyo Timur Desa Mangliawan, Pakis. Deni Japi Peiwu, 22, kos di Jalan Simpang Kepuh Kecamatan Sukun Kota Malang. Yohanis J. Wedo alias Jopan, 26, kos di Jalan Ciliwung II, Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing. Dan, Yonatan T Sabarua alias Natan, 27, kos di Jalan Sentaru Kecamatan Sukun.

"Mereka semua kami amankan di tempat kosnya masing-masing. Ketika kami amankan, mereka tanpa melakukan perlawanan," jelas Kapolsek Pakis, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum.

Aksi pengeroyokan yang dilakukan keempatnya, terjadi pada Minggu (11/8) lalu sekitar pukul 23.30. Kejadiannya di Jalan Simpang Danau Yamur, Dusun Kedoyo Timur Desa Mangliawan Kecamatan Pakis.

Korban pengeroyokan adalah Susriyah, 31 dan Edi Susilo, 33. Keduanya adalah penjaga kos di lokasi tersebut. Selain keduanya, seorang anak kos yakni Yusuf Umbu Bewa Guti, 24, juga ikut menjadi korban pengeroyokan.

Kronologisnya, malam itu Susriyah dan Edi Susilo, mendengar suara gaduh di depan kos yang dijaga. Ketika keluar, mereka melihat keempat tersangka sedang pesta minum-minunan keras.

Lantaran kegaduhan mereka ini mengganggu, Edi serta Susriyah menegurnya. Namun, teguran korban ini membuat mereka marah. Keempatnya tidak terima yang kemudian memukuli keduanya.

Yusuf serta Herman Dala Hambur, kedua anak kos yang mendengar keributan lantas keluar. Keduanya bermaksud melerai. Namun malah ikut menjadi sasaran pengeroyokan keempat tersangka.

Setelah melakukan pemukulan dan ada warga yang datang, keempat pelaku langsung kabur. Sementara, para korban yang tidak terima memilih melaporkan ke Polsek Pakis. Atas laporan itulah, akhirnya polisi memburu keempatnya.

"Pengakuan mereka, pengeroyokan dilakukan karena khilaf. Mereka mengaku terpengaruh alkohol yang diminumnya. Akibat perbuatannya, mereka kami jerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan," jelas mantan Kanit Idik IV Tipidkor Satreskrim Polres Malang ini.(agp/lim/Malangpostonline.com)

Editor : lim
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU