Warga Gampingan Tewas Setelah Terjun dari Jembatan

  • 07-09-2019 / 18:38 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Warga Gampingan Tewas Setelah Terjun dari Jembatan EVAKUASI: Petugas Polsek Kepanjen dan warga saat mengevakuasi jenazah korban di pinggir sungai Brantas Jembatan Kedungpedaringan, Kepanjen.

MALANGPOSTONLINE.COM - Mulyono, 54 tahun, warga Desa Gampingan RT 04 RW 01 Pagak, Kabupaten Malang nekat melompat dari atas jembatan Kedungpedaringan Kepanjen, Sabtu (7/9). Akibatnya, nyawa Mulyono tak terselamatkan. Dia tewas setelah terjatuh dari ketinggian kurang lebih 30 meter ke dalam aliran sungai.

Dari keterangan yang dihimpun, Mulyono disebut minta diantarkan oleh temannya Agus Swasono, 36, seorang petani, ke daerah Bulupitu, pukul 11.00 WIB. Sesampainya di tengah-tengah jembatan Kedungpedaringan yang merupakan perbatasan Kepanjen-Gondanglegi, korban minta berhenti, dengan alasan ingin buang air kecil.

Tapi, tidak disangka-sangka, bukannya kencing, korban malah berujar bahwa jika dia meninggal, maka istrinya tidak boleh menggelar selamatan. Setelah mengucapkan kalimat ini, korban terjun dari atas jembatan, dan langsung nyemplung ke dasar sungai. Kontan saja, Agus berteriak dan meminta tolong kepada warga sekitar.

Saksi melihat korban masih terhanyut di dalam air sejauh beberapa meter dari titik pertama dia jatuh. Masyarakat, langsung turun ke dasar sungai yang terjal dan penuh bebatuan. Tubuh korban ditarik dari aliran sungai oleh seorang tukang cari rumput. Dia masih bernapas, dan warga berupaya menolong korban untuk mencoba mengeluarkan air yang masuk ke tubuh korban saat tenggelam.

Napas korban sudah pendek-pendek. Ketika petugas Polsek Kepanjen datang untuk mengevakuasi, nyawa korban telah sampai di ujung. Korban tidak selamat, dan harus mengembuskan napas terakhir sebelum mendapatkan perawatan darurat.(fin/feb/Malangpostonline.com)

Editor : feb
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU