Depresi, Pensiunan Guru Gantung Diri

  • 08-09-2019 / 10:55 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Depresi, Pensiunan Guru Gantung Diri Petugas Polsek Wagir ketika berjaga di depan rumah korban yang menjadi lokasi gantung diri.

MALANG - Ketenangan masyarakat Dusun Tulusayu, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Minggu (8/9) pagi mendadak geger. Warga heboh dengan aksi nekat yang dilakukan Suwignyo, warga sekitar. Pria berusia 65 tahun ini, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Korban ditemukan tewas tergantung di ruang tamu, dengan menggunakan tali tampar. Diperkirakan aksi nekat korban lantaran depresi. Selain karena berpisah dengan istrinya, juga mengalami sakit-sakitan.

"Jenazahnya kami mintakan visum luar di Puskesmas Wagir. Keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi, karena menerima kematiannya sebagai musibah," jelas Kapolsek Wagir, AKP Mey Suryaningsih.

Informasi yang diperoleh, korban adalah pensiunan seorang guru. Sebelumnya dia tinggal dengan istri dan anaknya di wilayah Kota Batu. Karena permasalahan keluarga, akhirnya korban berpisah dengan istrinya.

"Setelah pisah dengan istrinya, sekitar 5 tahun lalu kembali pulang ke kampung halamannya di Dusun Tulusayu," ujar salah satu warga sekitar.

Suwono, adik korban yang rumahnya berdempetan, mengatakan bahwa selama ini korban tinggal sendiri. Korban juga diketahui mengalami sakit-sakitan.

Minggu (8/9) pagi sekitar pukul 05.00 sebelum ditemukan tergantung, korban sempat dibangunkan oleh Asniati, adiknya (suami Suwono, red). Namun ketika dipanggil berulang kali tidak ada jawaban. Termasuk saat pintu rumah diketuk, juga tidak mendapat respon.

"Biasanya ketika dipanggil langsung bangun. Tetapi pagi tadi tidak ada jawaban," ujar Suwono.

Sampai pukul 07.00, korban juga belum tampak keluar. Keluarga yang curiga lantaran lampu teras masih menyala, kembali menggedor pintu. Lagi-lagi tidak ada sahutan dari korban.

Lantaran curiga, akhirnya keluarga memutuskan untuk mendobrak pintu. Saat itulah baru diketahui kalau korban tewas tergantung. 

"Dari hasil olah TKP dan evakuasi tubuhnya, tidak ditemukan bekas tanda kekerasan," sambung Kapolsek Wagir.

Sementara pihak keluarga lainnya, ketika dikonfirmasi tidak berkenan. Bahkan meminta supaya kejadian gantung diri tersebut tidak dipublikasikan. (agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU