Mantan Rektor UIN Maliki Gugat Pengusaha Suwandono

  • 08-09-2019 / 17:17 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Mantan Rektor UIN Maliki Gugat Pengusaha Suwandono GUGAT: Dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Malang, pengusaha Suwandono digugat mantan Rektor UIN Maliki, Mudjia Raharjo dan istrinya, Puji Hariwati. Foto kanan, Mudjia Raharjo. 

MALANG - Usai perjanjian kredit senilai Rp 22 miliar antara Bank BTN Malang dengan UIN Maliki Malang tahun 2015 bocor, mantan Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.S i masih dirundung masalah. Ia kini bersengketa dengan Suwandono, pengusaha yang ‘membantunya’ untuk menyelesaikan utang kredit di Bank BTN tersebut. Ia menggugat Direktur PT. Revona Karya bersama di Jalan Buring Malang itu, ke PN Malang.

Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Malang bernomor perkara 146/Pdt.G/2019/PN Mlg tanggal 1 Agustus 2019 tertulis Mudjia tidak menggugat sendirian. Namun bersama Dra. Puji Hariwati, M.Pd, istrinya. Kedua warga Jalan Bandulan Gang 8B Malang itu menggunakan jasa advokat Inur Malik Lubis, SH, MH, Abdul Hakim, SH dan Nurmawan Wahyudi, SH. Ada tiga orang sekaligus yang digugatnya. 

Selain Suwandono, ada pula Totok Setyo Negoro, warga Desa Sengguruh, Kepanjen dan Lenny Wibowo, SH, M.Kn, notaris/PPAT yang berkedudukan di Jalan Panglima Sudirman Kota Batu. Dijelaskan dalam SIPP itu, pasangan suami istri yang menjadi penggugat ini, meminta majelis hakim mengabulkan gugatan untuk seluuruhnya dan menyatakan batal demi hukum perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor 60 Tanggal 21 Desember 2017.

Mereka juga meminta pembatalan perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor 58 Tanggal 21 Desember 2017, dan perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor 112 Tanggal 28 Desember 2017 (disingkat PPJB) dan Kuasa Jual No 59 Tanggal 21 Desember 2017, Kuasa Jual No 61 Tanggal 21 Desember 2017, serta Kuasa Jual No 113 Tanggal 28 Desember 2017 (disingkat Kuasa Jual) yang dibuat notaris Lenny.

Selain itu, meminta hakim menyatakan sertipikat hak milik nomor 78, nomor 1191 dan nomor 1192 yang semuanya terletak di Jalan MT. Haryono Malang dalam bentuk ruko adalah milik Puji serta menyatakan bila perjanjian kredit BTN Cabang Malang Nomor 00012-01-04-00997-2 atas nama Totok Setyo Negoro dinyatakan batal demi hukum. Selain digugat perdata, Suwandono juga dilaporkan Mudjia dan istrinya ke Polda Jatim, bulan Juli 2019.

Mantan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Malang, Dr. H. Sugeng Listyo Prabowo mengakui perkara ini memang berhubungan erat dengan pengembalian utang kredit senilai Rp 22 miliar antara Bank BTN Malang dengan UIN Maliki Malang tahun 2015. “Jadi setelah kalah dalam Pilrek, utang itu harus segera dilunasi. Ada sedikit kekurangan hingga mencari aset lain dengan cara logis, menurut regulasi bank,” ungkapnya.

Dia mengatakan, awalnya hendak menjaminkan rumahnya. “Kalau nilai asetnya masuk, tapi akses jalan yang kecil sehingga ditolak. Kedua, gaji saya dan pak Mudjia dianggap tidak mencukupi untuk membayar cicilan. Sehingga mencari alternatif lain untuk menutupi utang ke bank tersebut. Dan berhasil tertutupi,” kata dia. Sugeng, tidak menampik bila tiga ruko milik Puji dijadikan jaminan utang untuk menutupi kekurangan pengembalian kredit.

Kepada wartawan, ia sebenarnya sudah mengingatkan Puji untuk tidak melaporkan Suwandono baik pidana ataupun perdata. “Akhirnya timbul gugatan baru baru ini. Saya sudah mengingatkan daripada ramai. Biar masalah ini tidak ditarik-tarik ke belakang karena tidak ada hubungan dengan kredit UIN Malang dengan Bank BTN. Toh, urusan itu sudah terselesaikan,” pungkasnya.

Dikonfirmasi masalah laporan pidana dan perdata ini, Mudjia dan Suwandono mengaku sudah diselesaikan dengan cara perdamaian. “Sudah selesai masalahnya. Itu istri saya. Sudah tidak ada masalah apa-apa,” kata Mudjia melalui sambungan telepon. Suwandono juga mengakui hal serupa. “Sudah selesai kesalahpahamannya,” jawabnya melalui pesan WhatsApp (WA). (mar/Malangpostonline.com)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : marga
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU