Edarkan 10 Ribu Dobel L, Ditangkap Saat Transaksi dengan Polisi

  • 21-09-2019 / 12:42 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Edarkan 10 Ribu Dobel L, Ditangkap Saat Transaksi dengan Polisi GELANDANG : Penyidik Satresnarkoba Polres Malang saat menggelandang M Khudori pengedar 10 ribu dobel L.

MALANG - Aksi M Khudori, 30, warga Purwosari Pasuruan yang ber-KTP di Dusun Maqbul Desa Kuwolu Bululawang, sungguh merusak generasi. Dia mengedarkan 10 ribu pil dobel L ke remaja-remaja di kawasan Bululawang demi meraih keuntungan.

Ulahnya tersebut tercium Satresnarkoba Polres Malang. Khudori dibekuk petugas berpakaian preman, dan kini mendekam di sel tahanan Polres Malang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang mencekoki generasi muda dengan pil dobel L.

Kasatresnarkoba Polres Malang AKP Anton Widodo memaparkan, penangkapan terhadap Khudori, tak lepas dari keresahan masyarakat. “Berdasarkan laporan warga yang resah dan khawatir dengan anak-anak remaja di Bululawang, muncul informasi tentang adanya peredaran dobel L,” ujar Anton kepada wartawan di Polres Malang, Jumat siang.

Awal September 2019, petugas polisi berpakaian preman, menyamar sebagai pembeli dan menghubungi Khudori. Setelah disanggupi untuk melakukan transaksi, petugas penyamaran bertemu dengan Khudori di kawasan Dusun Maqbul Desa Kuwolu Bululawang.

“Saat bertransaksi dengan pembeli, pelaku ini menjual dobel L dengan harga Rp 10 ribu, per empat butir yang dikemas dalam satu tik,” ujar Anton. Begitu transaksi selesai, Khudori langsung digerebek petugas. Dia tak bisa mengelak dari penangkapan.

Karena, transaksi yang baru dilakukan tersebut menjadi bukti kuat tangkap tangan peredaran pil dobel L. Polisi juga menggelandang Khudori ke rumahnya. Dari kediamannya, polisi mendapatkan 10 ribu pil dobel L yang dikemas dalam plastik.

Khudori juga menyamarkan dobel L itu dengan memasang label vitamin B di dalam kantong plastik ini. Saat diinterogasi, Khudori mengaku mendapatkan dobel L ini dari seseorang berinisial E, yang kini menjadi buruan Satresnarkoba Polres Malang.

Dia mendapatkan barang tersebut setelah bertransaksi di sebuah warung di Bululawang. “Dia dikenai pasal 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan,” tambah Anton. 

“Saya dapat Rp 300 ribu untuk menjualkan semua pil ini. Harga totalnya sendiri Rp 7 juta,” ujar Khudori saat diinterogasi oleh Kasatresnarkoba Polres Malang.(fin/lim/Malangpostonline.com)

Editor : lim
Uploader : irawan
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU