Polres Makota Gelar Expo BB

  • 28-09-2019 / 17:52 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Polres Makota Gelar Expo BB DISPLAY : Kapolres Makota, AKBP Dony Alexander, Dandim Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, Wali Kota Malang Sutiaji dan Kasatreskrim AKP Komang Yogi Arya Wiguna, saat melihat expo barang bukti.

MALANGPOSTONLINE.COM - Polres Malang Kota menyulap halaman depan yang biasa digunakan untuk upacara, menjadi showroom kendaraan bermotor. Puluhan motor dan tiga mobil dari berbagai merek, terpampang di depan markas, Sabtu. Police line, membungkus dan membatasi jajaran sepeda motor tersebut.

Pasalnya, pajangan motor dan mobil ini adalah kegiatan Gebyar Expo barang bukti kejahatan, hasil temuan dan operasi Polres Malang Kota. Menurut Kapolres Makota, AKBP Dony Alexander SIK MH, Gebyar Expo barang bukti ini memajang 34 kendaraan roda dua, serta tiga kendaraan roda empat.

Menurutnya, puluhan kendaraan tersebut merupakan hasil ungkap Satreskrim Polres Makota dari kasus curat, curas dan curanmor, serta barang bukti berbagai kasus kejahatan lainnya. “Selain ungkap kasus reserse, kendaraan expo ini berasal dari gelar Operasi Patuh Polda Jatim yang ikut membantu mengungkap kasus curanmor,” ujar Dony kepada malangpostonline.com, Sabtu pagi.

Dia memaparkan, dari total barang bukti yang dipajang, sudah ada sembilan korban yang mengambil kembali kendaraannya. Yaitu, delapan sepeda motor dan satu mobil. Dony juga menambahkan, sebelum ada Gebyar Expo barang bukti, sudah ada 15 korban yang duluan mengambil barang bukti.

“Terdata ada sembilan korban yang mengambil barang bukti, sebelumnya sudah ada 15 kendaraan yang diambil korban. Kami kembalikan kendaraan, tapi proses hukum yang menjerat para tersangka dan pelakunya, tetap dijalankan,” sambung perwira polisi kelahiran Makassar tersebut.

Dony menyebut, Gebyar Expo diharap menjadi ajang yang dihelat secara rutin, baik mingguan, bulanan dan triwulan. Sebab, Dony mengharap masyarakat semakin nyaman dan merasa aman dengan kehadiran Polres Malang Kota. Salah satu cara menambah kenyamanan warga adalah dengan mengembalikan barang bukti hasil curian pelaku kejahatan.

“Kami mendorong Reskrim terus berprestasi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Kami juga sudah menginstruksikan Reskrim untuk semakin mempermudah pengambilan barang bukti kejahatan oleh pemilik korban,” tandas Dony. Dia menyebut, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mengambil barang bukti.

Yakni, kepemilikan BPKB, STNK terhadap motor yang akan diambil, serta surat laporan pengaduan kepada kepolisian sebagai tanda sudah mengadukan kasus kehilangan. Gebyar Expo ini sekaligus menginspirasi warga, agar segera melapor ke Polres Makota, ketika merasa menjadi korban pencurian kendaraan bermotor.

Ahmad Thoriq, mahasiswa asal Lumajang yang studi di Malang, merasa bersyukur kendaraannya sudah kembali. Dia merasa senang, karena sepeda motor miliknya adalah alat transportasi untuk berkuliah dan pulang kampung. Sebelum ada expo ini, dia selalu berjalan kaki ke kampus.

“Bersyukur, motor saya ditemukan. Saya berterimakasih atas kerja kepolisian yang sudah menemukan kembali motor saya, sekaligus menggagalkan pencurian,” tutup Thoriq.(fin/MALANGPOSTONLINE.COM)

Editor : fin
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU