Tim Opsgab Miras Grosok Toko dan Warung Remang

  • 05-10-2019 / 14:15 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Tim Opsgab Miras Grosok Toko dan Warung Remang DATANGI : Petugas Opsgab saat menyita miras dari toko di Jalan Raya Muharto.

Malangpostonline.com - Operasi gabungan razia miras menemukan titik-titik baru peredaran minuman beralkohol tanpa izin di kawasan Kota Malang. Titik yang selama ini belum pernah terkena razia, digerosok oleh tim gabungan yang menyisir wilayah barat dan timur Kota Malang mulai Jumat (4/10) malam hingga Sabtu dini hari (5/10).

Tim gabungan terdiri dari Satpol PP Jawa Timur bersama Satpol PP Kota Malang, dan jajaran samping Bea Cukai, Denpom V/Brawijaya, Polres Makota, Kodim 0833 dan jajaran samping lainnya. Kasatpol PP Kota Malang, Drs Priyadi MM memaparkan tim gabungan terbagi menjadi dua kelompok.

“Dua kelompok ini terpisah, menyisir dua sisi kota, satu ke barat dan satu ke timur, ini demi mencegah adanya kebocoran informasi. Dan, terbukti, kami berhasil menyisir lokasi baru yang ternyata selama ini menjual minuman keras,” kata Priyadi kepada Malangpostonline.com, Sabtu dini hari di markas Satpol PP Kota Malang.

Malang Post, turut serta bersama tim yang menyisir wilayah timur. Lokasi pertama yang disisir, adalah sebuah toko di Jalan Raya Muharto, yang ternyata menjual miras. Dari dalam toko yang diakui milik pria bernama Suharyanto itu, tim operasi gabungan mendapati ada begitu banyak miras yang dijual tanpa izin.

Mulai dari bir prost, anggur merah cap Orang Tua, Iceland Vodka, mix max, bir kaleng bintang, Mcdonald, dan berbagai merek lain. Karena tidak bisa menunjukkan izin berjualan miras, Satpol PP, menyita sampel miras sebagai barang bukti untuk proses penindakan pidana.

Pemilik toko harus datang dalam persidangan yang sudah ditetapkan Satpol PP berdasarkan perda Kota Malang soal minol. Sementara, Bea Cukai menyita 41 botol miras alkohol jenis B dan C yang kadarnya berada di atas 5 persen. Setelah itu, rombongan tim Opsgab timur, merangsek warung remang-remang di sisi selatan GOR Ken Arok.

Dalam warung milik Fitria, ditemukan miras jenis bir dan vodka yang dijual tanpa izin. Satpol PP mengamankan sampel miras, untuk digunakan sebagai barang bukti dalam persidangan pemilik warung itu. Operasi berlanjut ke kawasan Cemorokandang. Tim Opsgab, berhenti di toko Mita Jalan Raya Madyopuro, tepat di pertigaan gerbang menuju jalan kembar Cemorokandang.

Dari luar, toko ini seperti toko biasa. Namun dari informasi yang dikumpulkan, toko ini diam-diam menjual miras. Petugas Bea Cukai, dengan cepat melakukan penggeledahan, dan menemukan berbagai miras tanpa izin yang dijual. Sejumlah 64 botol miras varian merek, diangkut ke dalam mobil Bea Cukai sebagai barang bukti.

Satpol PP, juga menindak toko yang diakui milik Wibowo Siswo Haryoko dengan dugaan pelanggaran perda minol, dan diperintahkan hadir dalam persidangan tipiring. Operasi, berlanjut ke kawasan Bunul, di Jalan Hamid Rusdi Timur, toko milik Yulia, yang dari luar tampak tutup.

Namun, kebetulan di depan rumahnya, ada dua orang pemuda, yang membawa minuman keras jenis McDonald 1000 mili liter. Ketahuan, bahwa mereka baru saja membeli dari toko yang rolling doornya sudah tutup. Petugas langsung mengetuk pintu rumah, dan menyatakan berasal dari tim gabungan operasi miras.

Pemilik rumah mempersilakan tim gabungan, dan dalam penggeledahan awal, hanya ditemukan sedikit miras. “Saya jualnya hanya sedikit saja,” kata pemilik toko. Namun, petugas masih getol menggeledah, dan akhirnya menemukan sebuah lemari, yang ketika dibuka berisi banyak miras berbagai jenis dan variasi kadar alkohol.

Petugas Bea Cukai, mengangkut 118 botol miras tanpa izin ke dalam mobil Opsgab. Penyidik PNS Satpol PP juga melakukan BAP, dan mengenakan pemilik dengan pelanggaran perda minol. Operasi tim timur, berakhir di seberang depan hotel Setiabudi, sebuah toko kelontong yang menjual minuman keras jenis bir tanpa izin.

Sementara, tim barat menyapu beberapa lokasi. Yakni, Karaoke Nav Jalan Buring yang ditemukan botol miras dalam room karakoe, Kafe Public Jalan Rajakwesi yang ditemukan miras golongan C yang sempat disembunyikan, Sun Karaoke Tidar berizin minol A, Vertex nihil miras, Colony Cafe ditemukan miras, dan terakhir Twenty Karaoke dan Club.

Kasatpol PP Jawa Timur Budi Santosa yang turut serta dalam operasi gabungan, menegaskan pihaknya mengapresiasi langkah sinergi antara Satpol PP Kota Malang dengan Bea Cukai, Polres Makota, Kodim 0833 serta jajaran samping. “Kami lihat juga petugas Bea Cukai sangat terampil dalam melakukan penindakan. Saya rasa, hal ini bisa direplikasi di tingkat provinsi,” ujar Budi kepada wartawan.

Dia siap menggandeng Satpol PP Kota Malang lagi, untuk melakukan operasi dadakan, bersama jajaran samping. Bahkan, karena Satpol PP Provinsi Jatim membawahi peraturan daerah untuk wilayah Jawa Timur, bukan tak mungkin operasi miras ilegal akan menyasar kawasan Kabupaten Malang dan Kota Batu.(fin/Malangpostonline.com)

Editor : fin
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU