Operasi Cipta Kondisi, Polisi Amankan Delapan Botol Miras

  • 18-10-2019 / 18:37 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Operasi Cipta Kondisi, Polisi Amankan Delapan Botol Miras Petugas saat melakukan razia di toko klontong milik Alfan Yos Hidayat.

Malangpostonline.com - Maraknya peredaran minuman keras di wilayah hukum Polsek Singosari mendapat respon dari Polsek setempat.

Jumat (18/10) siang, petugas melakukan razia di sejumlah toko yang diduga menjual minuman keras tanpa disertai izin. Hasilnya, delapan botol minuman keras dapat diamankan. Kapolsek Singosari Kompol Untung Bagyo Riyanto, mengatakan delapan botol itu diamankan di dua toko. Yakni empat botol di toko milik Suliati, warga Dusun Ngujung, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari dan toko milik Alfan Yos Hidayat, di Jalan  Simpang Suropati RT03, Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari.

”Di toko milik Alfan kami mengamankan empat botol minuman keras. Dengan rincian satu botol besar minuman keras tanpa merek, dua botol merek Topi Miring Stanley, dan satu botol merek Anggur Merah. Sedangkan di rumah ibu Suliati, kami juga mengamankan empat botol minuman keras, masing-masing ksatu botol merek Alimi, satu botol merek Anggur Merah dan dua botol mereka Topi Miring Stanley,’’ kata Kapolsek.

Razia minuman keras ini dilakukan petugas untuk cipta kondisi, menjelang pelantikan presiden. ”Sebelumnya kami mendapat informasi dari warga, terkait peredaran minuman keras di wilayah Singosari. Informasi itu kami tindak lanjuti dengan melakukan razia,’’ katanya. Dia mengatakan, razia dilakukan di beberapa toko klontong. Namun demikian, hanya dua toko saja yang kedapatan menyimpan dan menjual minuman keras.

”Miras itupun tidak kami temukan di area toko, tapi di rumah penjualnya,’’ ungkapnya. Bahkan Untung mengatakan, jika penjual minuman keras ini awalnya sempat mengelak kalau dia menjual minuman keras. Baru setelah petugas melakukan penggeledahan, dan menemukan barang bukti minuman keras, keduanya pun tidak berkutik.

”Barang bukti minuman keras langsung kami bawa ke mapolsek untuk diamankan. Sedangkan pedagang yang menjual minuman keras langsung kami mintai keterangan,’’ katanya. Disinggung dengan sanksi? Untung mengatakan, kedua pedagang ini akan dikenakan sanksi tipiring. ”Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan. Selesai pemeriksaan berkasnya kami kirim ke Kejaksaan, agar keduanya dapat mengikuti sidang tindak pidana ringan,’’ tandasnya.

Sementara Suliati mengaku baru kali pertama menjual minuman keras. Dia pun mengaku kapok, dan berjanji tidak akan menjual miras lagi.

”Saya pikir menjual minuman keras ini tidak apa-apa. Tapi ternyata ditangkap. Saya terus terang kapok, dan tidak akan menjual minuman keras lagi,’’ tandasnya. (ira/Malangpostonline.com)

Editor : ira
Uploader : slatem
Penulis : ira
Fotografer : ira

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU