Bocah Mungil Itu Diinjak dan Dibakar di Kompor

Balita Tewas Disiksa Ayah Tiri

  • 01-11-2019 / 01:49 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Balita Tewas Disiksa Ayah Tiri PERIKSA LOKASI : Satreskrim Polres Makota saat melakukan olah TKP di Tlogowaru Indah D14, Kedungkandang, Kamis siang.

Malangpostonline.com – Rasanya, Ery Age Anwar (36 tahun) pantas disebut manusia biadab. Ia diduga menyiksa anak tirinya, bernama Agnes Arnelita (tiga tahun) hingga tewas. Ia melempari bocah tak berdosa itu, lalu menginjak dan membakarnya di kompor. Yang lebih jahat lagi, agar lepas dari jerat hukum, ia beralibi bocah itu tewas tenggelam di bak kamar mandi.

Peristiwa menyayat hati itu terjadi di rumah kontrakan Ery Age Anwar dan istrinya Hermin Susanti (22 tahun) di Tlogowaru Indah D14, Kelurahan Tlogowaru Kedungkandang. Namun alibi Ery Age Anwar itu dicurigai oleh keluarga Hermin Susanti, ibu kandung Agnes. Dian Mahmudi, paman Agnes, mengatakan dia menerima kabar Agnes meninggal pada Rabu (30/10), pukul 14.00 WIB.

“Saya terima kabar Agnes meninggal jam 2 siang, katanya tenggelam, tapi lalu kabar itu berubah lagi,” ujar Dian memaparkan kronologi awal kecurigaan pihak keluarga.

Kata Dian, Anwar sapaan akrabnya, mengklaim Agnes tenggelam di kamar mandi. Namun kemudian pernyataan Anwar berubah lagi. Dia mengklaim Agnes terjatuh, baru kecemplung dan tenggelam di bak kamar mandi.

Dian menerima kabar bahwa Agnes dilarikan ke RS Reva Husada, pukul 15.15 WIB. Usai dinyatakan meninggal, Agnes dibawa pulang ke rumah keluarga besar. Yaitu, di Dusun Tubo RT 10 RW 02 Desa Purwosekar Tajinan.

“Saat kami melihat jenazahnya, kami langsung curiga. Karena, di kakinya ada luka bakar, ada gosong-gosong di sekujur badannya. Yang paling parah di punggung, ada luka gosong lebam sebesar telapak kaki,” sambung Dian.

Ketika mengetahui kondisi jenazah yang seperti ini, keluarga besar ini langsung melapor ke Polsek Tajinan. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan awal terhadap Anwar. Kepada petugas SPKT Tajinan, Anwar mengklaim bahwa dia sedang mengasuh bayi kecil, adik dari Agnes di depan rumah kontrakan Tlogowaru Indah D14.

Lalu, Anwar mengklaim juga Agnes meminta mandi. Agnes disuruh ke kamar mandi sendiri oleh Anwar. Dia yang mengaku sedang berada di depan rumah, lalu menuju dapur untuk mengambil air. Dia mengaku melihat Agnes sudah tenggelam di bak mandi. Anwar mengklaim melihat Agnes menggigil, sehingga dibawa ke RS Reva Husada.

Tapi, polisi Tajinan tidak percaya begitu saja dengan keterangan ini. Penyebabnya, petugas melihat ada luka lebam tidak wajar di tubuh korban. Serta, luka bakar di kaki. Akhirnya, petugas Polsek Tajinan, melaporkan hal ini kepada Polres Malang, yang langsung dimintakan penanganan ke Polres Makota.

Karena kecurigaan adanya tindakan penganiayaan, laporan ini diteruskan ke Polres Makota yang langsung melakukan olah TKP pada Kamis pagi. Dian mengatakan, rumah yang ditinggali oleh adiknya Hermin bersama Anwar, adalah rumah kontrak.

“Agnes ini anak kandung adik saya, sedangkan dia (Anwar) ayah tiri. Ibunya sedang kerja dan tidak ada di rumah kontrakan ini,” ujar Dian.

 

Agnes Baru Rayakan Ulang Tahun

Menyedihkan sekali nasib Agnes yang harus tewas di tangan ayah tirinya. Betapa tidak, ia baru saja merayakan hari bahagianya beberapa hari lalu. Menurut Dian, empat hari lalu (27/10) Agnes baru saja merayakan ulang tahun ke-3.

“Setelah malam Minggu, dia dijemput dan dibawa ke rumah ini. Minggu, Senin, Selasa Rabu, diantarkan ke rumah Tajinan, sudah tidak bernyawa,” ungkap Dian menahan kesedihan.

Terpisah, Rendra Aziz Kurniawan, 25, famili Agnes, mengatakan bahwa keponakannya tersebut tiga hari sekali dibawa ke rumah Tlogowaru oleh Anwar. Rendra mengaku pernah mendengar ocehan polos Agnes soal sikap Anwar di rumah Tlogowaru.

“Setiap di rumah Tajinan, Agnes mengaku pernah dicubit oleh ayahnya, karena apa tidak tahu. Anaknya ini pendiam, tidak seperti kakaknya yang usia 4 tahun. Sedangkan anak yang paling kecil usia 1,5 bulan,” tandas Rendra, yang mengawal keponakannya tersebut di Kamar Mayat RSSA Malang sampai Kamis sore.

Prita Sutiawan, 25, warga Tlogowaru Indah, menyebut bahwa Anwar dan keluarga ini, baru tinggal di rumah bernomor D14 itu selama 2 bulan. Namun, selama tinggal di Tlogowaru Indah, semua tetangga tidak pernah mengetahui siapa nama ayah, ibu maupun anak-anak yang ada di rumah tersebut.

“Rumahnya tutup, namanya saja kami tidak tahu, karena tidak pernah interaksi dengan masyarakat,” tambahnya.

 

Anwar Emosi karena Agnes Kencing Sembarangan

Kamis (31/10) siang, Satreskrim Polres Makota melakukan olah TKP di Tlogowaru Indah.

Warga sekitar, para tetangga, serta famili keluarga Tajinan Agnes ikut menyaksikan proses olah TKP.

Setelah olah TKP, Polres Makota, langsung melakukan otopsi di KM RSSA Malang. Petugas Inafis Satreskrim Polres Makota, berkolaborasi dengan dokter forensik RSSA Malang, melakukan otopsi atas seizin keluarga besar Agnes di Tajinan.

Hasil visum luar, setidaknya ada tiga luka yang sangat terlihat secara kasat mata. Yaitu, luka di bagian kepala dekat ubun-ubun, luka lebam sebesar telapak kaki di bagian punggung, serta luka melepuh di kaki. Sementara, Kapolres Makota, AKBP Dony Alexander memastikan penyebab kematian korban bukan seperti yang dinyatakan Anwar.

Didampingi Kasatreskrim AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Dony menyebut Agnes mengalami pendarahan dalam hebat dalam lambungnya.

“Korban mengalami pendarahan dalam lambung, ada luka robek. Luka tersebut, berasal dari sebuah tekanan yang sangat kuat ke tubuhnya,” ujar Dony, saat doorstop di KM RSSA Malang, Kamis sore.

Alibi awal, korban tewas karena kecemplung ke dalam bak kamar mandi rumah, pada Rabu siang (30/10), pukul 14.00 WIB. Dony menegaskan penyidik masih mendalami, apa yang menyebabkan Agnes mengalami tekanan yang sangat keras di tubuhnya sehingga menghasilkan luka robek dan pendarahan internal pada lambung.

“Masih kami dalami dulu, apakah benda tumpul, atau benda lainnya, yang menyebabkan pendarahan luka robek pada lambung ini, mohon doakan agar segera terungkap,” tandasnya. Namun, menurut informasi baru yang dihimpun Malang Post, menyebut bahwa Polres Makota, sudah menetapkan Anwar sebagai tersangka pembunuhan Agnes, Kamis (31/10) malam.

Dalam interogasi penyidik, Anwar menyebut dia emosi karena Agnes pipis sembarangan di dalam rumah. Dia lalu melemparkan handphone dan mengenai kepala Agnes yang terguling dan menangis. Tapi, tak berhenti sampai di situ, Anwar menginjak perut Agnes sekali. Agnes mengerang kesakitan, lalu posisi tubuhnya tersungkur.

Kali ini, Anwar menginjak punggung Agnes. Setelah melakukan tindakan ini, Anwar melihat Agnes menggigil seperti kedinginan. Tanpa ampun, dia langsung memanggang Agnes ke atas kompor yang menyala. Meski demikian, Polres Makota masih belum mengumumkan secara resmi status tersangka Anwar.

Dony menegaskan pihaknya baru akan memberi keterangan resmi dalam rilis kasus ini di Polres Makota, Jumat hari ini. “Tunggu saja ya, akan dirilis Jumat besok,” ujar Dony kepada Malang Post, Kamis malam.(fin/ary/Malangpostonline.com)

 

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU