Jadi Tersangka, Pengakuan Pembunuh Anak Ini Bikin Emosi

  • 01-11-2019 / 10:52 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Jadi Tersangka, Pengakuan Pembunuh Anak Ini Bikin Emosi RILIS : Inilah Ery Age Anwar, (gundul pakai baju tahanan), warga Sukoharjo Jateng, penghuni kontrakan Tlogowaru Indah D14, yang menginjak anak tirinya sampai tewas.

Malangpostonline.com – Kapolres Makota, AKBP Dony Alexander, didampingi jajarannya, mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian. Sesuai dugaan, tersangkanya adalah Ery Age Anwar, 36, warga Sukoharjo Jawa Tengah yang juga bapak tiri korban, Agnes Arnelita, 3 tahun, penghuni kontrakan Tlogowaru D14, Kelurahan Tlogowaru Kedungkandang.

Jumat siang, pukul 09.00 WIB, Dony menyebut bahwa tersangka emosi karena Agnes buang air sembarangan. “Setelah buang air di celana, korban dibawa ke kamar mandi lalu disiram air dingin. Korban teriak ‘iya-iya’ saat dimarahi, lalu terjatuh di kamar mandi dalam posisi tertelungkup. Tersangka spontan menginjak punggung korban dua kali,” ujar Dony.

Setelah punggung diinjak, korban mengerang kesakitan, lalu membalikkan badan. Saat terlentang, perutnya ditambahi lagi satu injakan. Saat inilah, korban lalu sesak napas dan kejang serta seperti menggigil. Tersangka panik, lalu mencoba menghangatkan korban di atas kompor, yang akhirnya terjadi luka bakar.

Setelah diberi minyak telon tapi tetap terlihat menggigil, korban dilarikan ke RS Reva Husada, tapi tak tertolong. “Tersangka sempat berbohong soal alibi dan keterangannya. Berkat kecurigaan keluarga, dan kerja kepolisian, kami berhasil membongkar alibi dan mengungkap fakta ini,” ujar Dony.

Dalam rilis Jumat siang, sejumlah awak media tampak gusar dan emosi saat melihat wujud pria yang membunuh anak tirinya. Saat ditanyai oleh Kapolres, Ery Age Anwar sempat berbicara dengan nada pelan. “Gak kedengaran hei! Kamu jawab yang keras kalau ditanyai Kapolres,” teriak salah satu wartawan.

Tersangka dengan tertunduk, tak banyak bicara dan hanya sedikit berbicara. Ketika ditanyai mengapa dia tega melakukan penganiayaan itu, dia hanya menjawab satu kata. “Kenapa kamu tega menganiaya anakmu?” kata salah satu wartawan. Tersangka hanya menjawab lirih, iya.

“Apa karena dia bukan anakmu sendiri?” timpal jurnalis lainnya. Tersangka lalu terdiam, dan akhirnya digelandang ke dalam ruang penyidikan lagi oleh Satreskrim Polres Makota. (fin/Malangpostonline.com)

Editor : fin
Uploader : irawan
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU