Psikolog : Tersangka Penganiaya Anak Alami Stres

  • 03-11-2019 / 13:17 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Psikolog : Tersangka Penganiaya Anak Alami Stres

Malangpostonline.com - Kondisi emosional Ery Age Anwar, 36, tersangka penganiaya Agnes Arnelita, 3, anak tirinya sendiri, dinilai bermasalah. Psikolog, Adhyatman Prabowo, S.Psi M.Psi, tidak menampik hal tersebut. Bahkan, Adhyatman meyakini, ledakan emosi yang dialami oleh tersangka yang dilampiaskan kepada korban, adalah fenomena gunung es dari persoalan yang lebih besar.

“Dari fakta yg ada yg bisa saya tangkap kehidupan Ery Age Anwar ini penuh dengan tekanan,” ujarnya kepada Malang Post, Sabtu. Akademisi psikologi dari Universitas Muhammadiyah Malang itu mengatakan, setelah membaca berbagai berita soal kasus ini, ada beberapa tanda yang menunjukkan adanya tekanan emosional Anwar.

Pertama, sosoknya yang pendiam di mata mertuanya, Suwarmi. Lalu, kesulitannya bersosialisasi dengan tetangga sekitar maupun keluarga dari pihak Hermin Susanti, istrinya. Situasi yang seperti ini, menurut Adhyatman adalah indikator adanya persoalan yang mengguncang emosional tersangka.

“Ditambah lagi Ia mulai menarik diri dari linkungan sosial itu memperparah keadaan sehingga ia kurang mampu mengontrol emosinya. Sepertinya yang tepat, dia ini sedang stres terhadap tekanan hidup. Tapi, saya belum berani mengatakan depresi,” sambung Adhyatman. Tumpukan persoalan yang dialami oleh tersangka, dinilai memicu kekerasan kepada Agnes.

Dia menyebut, ada disfungsi keluarga yang terjadi di pernikahan tersangka. Menurutnya, posisi Anwar seharusnya lebih dominan dengan sibuk mencari nafkah untuk keluarga. Tapi, alih-alih mencari penghidupan bagi keluarganya, malah sang istri yang sibuk bekerja saat siang hari.

“Masalahnya sebenarnya terhadap peran atau fungsi keluarga yang kurang tepat. Seorang kepala keluarga seharusnya mencari nafkah untuk keluarga,” tandas Adhyatman. Sementara itu, Adhyatman tidak sepenuhnya setuju dengan anggapan soal posisi Agnes sebagai anak tiri menyebabkan dia dijadikan sasaran bogem bapak tirinya.

Karena, banyak kasus di luar sana yang menunjukkan orangtua kandung pun bisa menganiaya anak kandungnya sendiri. Bagi Adhyatman, kekerasan. yang dilakukan oleh tersangka, adalah refleksi persoalan lebih besar yang dihadapi oleh tersangka. Namun, anak yang menjadi sasaran pelampiasan kekerasan. (fin/Malangpostonline.com)

Editor : fin
Uploader : irawan
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU