Kasus Pelajar Pembunuh Begal, Tinggal Menunggu P21

  • 04-11-2019 / 18:10 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Kasus Pelajar Pembunuh Begal, Tinggal Menunggu P21 ZA, pelajar SMA asal Kecamatan Gondanglegi yang menjadi tersangka penusukan terhadap pelaku begal.(Dok/malangpostonline)

Malangpostonline.com - Tak lama lagi, perkara pembunuhan terhadap begal yang dilakukan ZA, pelajar SMA warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, pada 8 September lalu segera masuk babak baru. Polisi tinggal menunggu penetapan P21 dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen.

"Sampai saat ini, kami masih menunggu penetapan (P21) dari Kejari Kepanjen. Ketika berkas perkara sudah dinyatakan lengkap, nantinya tersangka beserta berkasnya akan kami limpahkan tahap dua," jelas Kanit PPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Dikatakan Yulistiana, bahwa berkas perkara yang sebelumnya dilimpahkan ke Kejari Kepanjen sudah lengkap. Petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga sudah dilengkapi. Namun sampai Senin (4/11) belum ada penetapan P21.

"Sebelumnya Jaksa meminta hasil otopsi korban pembunuhan dari dokter Forensik RSSA Malang serta keterangan saksi ahli. Semuanya sudah kami lengkapi sekitar dua minggu lalu. Tetapi sampai sekarang masih belum ada petunjuk lebih lanjut," terangnya.

Hasil otopsi dari RSSA Malang, bahwa kematian Misnan alias Grandong, warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi ini, meninggal karena kehabisan darah. Penyebab kematian pelaku begal tersebut, karena akibat luka tusuk di dada sebelah kiri.

"Dari hasil otopsi juga dijelaskan bahwa luka tusuk pada dada kiri sangat rapi. Artinya, luka tersebut akibat satu tusukan senjata tajam saja," ujarnya.

Sekadar diketahui, Senin (9/9) siang Misnan alias Grandong, warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, ditemukan tewas di lahan tebu. Grandong tewas akibat luka tusuk di dada sebelah kanan.

Dari hasil pendalaman, Grandong yang diketahui pelaku begal, ditusuk oleh ZA, pelajar SMA warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. ZA melakukan penusukan karena melakukan pembelaan diri, setelah menjadi korban begal. Sekaligus ingin melindungi kehormatan kekasihnya, karena akan disetubuhi oleh Grandong.

Dari kasus tersebut, polisi selain mengamankan ZA, yang kemudian hanya diwajibkan lapor, juga menangkap komplotan begal Grandong. Yakni Ahmad serta kakaknya Rozikin, warga setempat. Kakak beradik ini, dijerat pasal 368 KUHP tentang perampasan.(agp/Malangpostonline.com)

Editor : agp
Uploader : slatem
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU